Rabu, 21 Juli 2010

KISAH KORBAN NARKOBA

Suamiku Tularkan HIV untuk Aku dan Dua Anakku
Malapetaka kini nyata bagi Dewi (bukan nama sebenarnya, Red), wanita berusia 33 tahun. Setelah sang suami meninggal dunia akhir Agustus 2008 lalu, ibu muda ini harus berjuang hidup bersama dua anaknya yang masih balita melawan virus ganas mematikan yang belum ada obatnya: HIV/AIDS.

"Suami menularkan HIV untuk saya dan dua anak. Tuhan masih sayang sama saya. Sebab, anak saya yang satu lagi sehat bugar," ujar Dewi dalam perbincangan dengan SP dan Majalah Suara Bekasi di sebuah rumah di Kranji, Bekasi, baru-baru ini.

Wajah Dewi tiba-tiba memucat saat berkisah soal Rommy (bukan nama sebenarnya, Red), sang suami yang meninggal karena AIDS di RSUD Bekasi. Tulang punggung keluarga itu harus meninggalkan Dewi dan tiga anak yang masih kecil.

Saat Rommy (35) pergi, Dewi yang notabene hanya ibu rumah tangga harus mengasuh Un (4) putra pertamanya, juga IK dan ID,dua putri kembarnya yang baru berusia 2 tahun. Selama ini mereka hidup dari uang transportasi Rommy yang bekerja sebagai pemusik di sebuah gereja di Bekasi.

Kepedihan yang dia rasakan bukan hanya kematian suaminya dan beratnya mengasuh tiga anak, tetapi petaka yang harus dia tanggung seumur hidup bersama dua anaknya yang masih balita. Vonis sebagai penderita HIV/AIDS buat dia dan dua anaknya bagaikan vonis mati.

Saat menikah pada 2003, Dewi belum mengetahui suaminya mengidap HIV. Dia hanya tahu, Rommy adalah pemakai narkoba lewat jarum suntik. Diakui, sang suami sudah terjerat "pergaulan hitam" di sebuah perumahan di Kranji. Narkoba menjadi kawan sehari-hari bagi Rommy dan belasan pemuda di situ. Narkoba sudah menggurita dan membelit suaminya. Setelah menikah,Rommy mengkonsumsi narkoba secara sembunyi-sembunyi.

"Saya mencintainya, kami tidak tahu bahaya dari penggunaan jarum suntik berganti-gantian itu," kenang Dewi.

Belasan rekan satu angkatan suaminya satu per satu meninggal dunia. Tidak ada kecurigaan akan serangan virus mematikan. Kabar yang selalu beredar, mereka tewas karena OD (kelebihan dosis), sebagian karena TBC.

Setahun kemudian, Dewi melahirkan putra pertama. Anak mungil dan lucu itu lahir sehat. Namun, sembilan bulan kemudian, mulai sakit-sakitan. Dokter mendiagnosis, bayi mereka terkena flek. Tidak ada kecurigaan dia mengidap HIV. Obat dari dokter cukup manjur, kesehatan tubuhnya membaik. Tetapi, beberapa bulan kemudian kondisi Un kembali drop.

Kondisi Rommy semakin merosot. Sempat muncul kecurigaan ada sesuatu yang tidak beres. Dia memang sempat menjalani tes darah, tapi hasilnya disembunyikan. Padahal, ketika itu, Rommy sudah diketahui positif HIV.

"Saya sempat mendesak agar dia jujur, tetapi dijawab dengan amarah," ujarnya.

Akhir 2006, Dewi melahirkan anak kembar, keduanya perempuan. Ternyata, satu anaknya lahir dalam kondisi mengenaskan. Badannya kuning, dia terus buang air berupa cairan. Di mulut anaknya muncul jamur kandiasis yang jika dikorek berdarah. Penderitaan tidak berhenti. Seluruh biaya dari sejumlah sanak saudara untuk perawatan Dewi dan anaknya di RS ternyata dibawa kabur Rommy.

Tidak hanya itu, sejumlah perhiasan keponakan juga dirampas sang suami untuk membeli narkoba. Selama 1,5 bulan, Rommy menghilang. Mukjizat Tuhan bersama Dewi, sang anak pulih meskipun badannya terus menyurut.

Tidak hanya itu, kabar gembira diterima Dewi, suaminya kembali, tetapi dengan kondisi fisik lemah. Rommy sudah makin kritis dan harus dirawat di RSUD Bekasi selama beberapa bulan. Akhirnya, Rommy meninggal dunia dengan vonis karena AIDS.

Kematian Rommy dan vonis AIDS itu membuat Dewi bagai tak ada asa. Dia terus memikirkan kondisi anak-anaknya, jangan-jangan mereka sudah tertular. Keputusan berat harus dia tempuh, memeriksa darahnya dan anak-anaknya. "Bagai disambar petir, dokter menyatakan saya, anak pertama saya, dan satu anak kembar saya positif HIV," ratap Dewi sedih.

Diakui, hasil tes darah itu memukulnya. Tak ada harapan lagi untuk hidup.

"Ketika itu, saya sempat ingin bunuh diri. Linglung, kenapa Tuhan jahat sekali sama saya," kenang Dewi. Berbulan-bulan dia tidak bisa memaafkan suaminya yang membawa seluruh keluarga dalam petaka.

"Tapi saya harus menjalani hidup, masih banyak yang bisa saya lakukan demi orang lain yang mengalami hal seperti saya," tambah Dewi yang mengaku sudah ditinggal saudara-saudaranya. Dia diasingkan. Bahkan, untuk bersalaman saja kerabatnya enggan.

Terus Berjuang

Saat ini, Dewi dan anaknya mesti mengonsumsi obat seumur hidup agar HIV tidak "bergejolak" dan memicu munculnya AIDS. "Setiap hari empat butir. Dua butir pagi dan dua butir malam. Begitu juga anak-anak, mereka harus minum obat pagi dan malam. Tidak boleh telat," katanya. Seluruh obat itu diperoleh gratis, tiap bulan dari RSCM.

"Meskipun gratis, saya tetap harus mengeluarkan uang sekitar Rp 70.000 tiap bulan untuk jasa dokter dan administrasi," keluhnya.

Pihak rumah sakit dan beberapa sukarelawan HIV/AIDS yang membimbingnya menyebutkan, obat-obatan itu bukan untuk menyembuhkan virus yang mendekam di tubuh Dewi dan anak-anaknya. Obat itu hanya menekan virus agar tidak bergejolak dan memicu munculnya AIDS. "Virus HIV itu masih bersembunyi di darah saya. Kalau obat itu telat saya minum, virus akan bangkit. Untuk menekan kembali serangan virus harus dengan obat dengan kadar lebih tinggi. Harganya mahal karena belum disubsidi pemerintah," tambahnya.

Ibu muda ini terus berjuang, demi masa depan buah hatinya itu. Dewi kini menjadi relawan sebuah yayasan penanggulangan HIV/AIDS. Dana yang dia peroleh tak seberapa, tapi cukup untuk menghidupi tiga anaknya.

*Sumber : Suara Pembaruan, bnn.go.id.
kisah yang lain klik disini

Selasa, 20 Juli 2010

LIMA ATURAN EMAS KOMUNIKASI ORANGTUA KEPADA ANAK

    MENDENGARKAN SECARA AKTIF.
    Anak merasa penting, dihormati dan dihargai apabila orangtua benar-benar mendengarkan mereka.
    MENGHARGAI PERASAAN ANAK-ANAK ANDA.
    Bila kita penuh pengertian dan peka terhadap apa yang dirasakan anak-anak, mereka akan menghadiahi kita dengan kepercayaan. Jangan mengkritik anak Anda dan jangan mencemooh. Kedua cara tersebut sangat merusak pembicaraan saat itu, bahkan dapat merusak hubungan yang Anda jalani selama ini.
    HORMATI HAK PRIBADI ANAK-ANAK ANDA.
    Jangan memaksa anak Anda untuk menyatakan perasaannya. Cara yang terbaik adalah mendengarkan apapun yang mereka sampaikan dan secara perlahan-lahan memberi mereka keberanian untuk menceritakan permasalahannya. Ingatkan anak Anda bahwa Anda siap setiap saat jika dia ingin berbicara.
    MENGGUNAKAN KATA “SAYA” LEBIH BAIK DARIPADA KATA “KAMU”.
    Demi menjaga emosi anak Anda dan juga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, penting sekali untuk mengajarkan mereka agar terbiasa manggunakan kata “saya” sebagai pengganti “kamu”. Mendorong anak Anda untuk menggunakan kata “saya” dapat mengajarkan mereka untuk bertanggungjawab atas apa yang mereka rasakan dalam situasi yang berbeda.
    TETAPLAH PADA SUBJEK PEMBICARAAN.
    Jangan menyeret masalah atau kepedihan masa lalu di dalam pembicaraan saat ini. Selesaikan konflik satu demi satu.

Kamis, 17 Juni 2010

MENGAPA NARKOBA SANGAT BERBAHAYA?

Narkoba memiliki 3 sifat jahat yang dapat membelenggu pemakainya untuk menjadi budak setia. Ia tidak dapat meninggalkannya, selalu membutuhkannya dan mencintainya melebihi siapapun. 3 sifat yang sangat berbahaya dan jahat itu adalah habitual, adiktif, dan toleran.

1. Habitual.

Habitual adalah sifat pada narkoba yang membuat pemakainya akan selalu teringat, terkenang dan terbayang sehingga cenderung untuk selalu mencari dan rindu (seeking). Sifat inilah yang menyebabkan pemakai narkoba yang sudah sembuh kelak bisa kambuh (relapse).dan memakai kembali.

Semua jenis narkoba memiliki sifat habitual dalam kadar yang berfariasi. Sifat habitual tertinggi ada pada heroin (putau). Kemungkinan kambuh pemakai putau sangatlah tinggi sehingga pemakainya dianggap mustahil bisa dapat bebas atau sembuh total selamanya, 100%.

2. Adiktif.

Adiktif adalah sifat narkoba yang membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat menghentikannya. Penghentian atau pengurangan pemakai narkoba akan menimbulkan ’efek putus zat’ yaitu perasaaan sakit luar biasa, atau dalam bahasa gaul di sebut sakaw ( sakit karena kau, narkoba).

Jadi, narkoba itu unik. Bila pemakaian dihentikan mendadak sekaligus, badan bukannya langsung menjadi sehat, melainkan malah menjadi sakit luar biasa. Rasa nyaman dan sehat baru akan datang setelah sakaw berlalu bila yang bersangkutan kembali memakai narkoba.

Penderita sakaw yang mengalami rasa sakit luar biasa itu biasanya mengatasi rasa sakitnya melalui 2 cara:

1. kembali mengkonsumsi jenis narkoba yang sama. Orang semacam ini seterusnya akan menjadi budak yang patuh, pecandu yang setia selamanya. Orang seperti ini disebut junkies, pemadat dan pecandu. Bila sedang memakai narkoba, orang tersebut tampak normal. Namun, bila tidak sedang memakai, ia justru tampak tidak normal, lesu, gelisah, tidak fit, dan tidak percaya diri.

2. bila tidak kembali memakai tetapi juga tidak tahan rasa sakit, orang tersebut akhirnya mencari jalan pintas, yauti bunuh diri. Cara bunuh diri yang paling sering adalah:

· menyuntikkan kembali narkoba ke dalam badannya dengan dosis yang sangat besar sehingga ia mengalami overdosis (OD) dan meninggal dunia dengan jarum masih menancap di badan.

· Melompat dari gedung bertingkat tinggi.

· Menabrak kendaraan.

· Membenturkan kepala ke tembok.

Sakaw tidak hanya terjadi karena penghentian pemakaian narkoba, tetapi juga karena pengurangan dosis pemakaian.

3. Toleran.

Toleran adalah sifat narkoba yang membuat tubuh pemakainya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba itu sehingga menuntut dosis pemakaian semakin tinggi. Bila dosisnya tidak dinaikkan, narkoba itu tidak akan bereaksi, tetapi malah membuat pemakainya mengalami sakaw. Untuk memperoleh efek yang sama dengan efek di masa sebelumnya, dosisnya harus dinaikkan.

Disamping memiliki 3 sifat jahat sebagaimana telah diuraikan di atas, narkoba juga berdampak terhadap fisik, mental dan moral, bahkan terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa. Pemakai narkoba dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menjadi sakit sebagai akibat langsung adanya narkoba dalam tubuh, misalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, otak, jantung, usus, dan sebagainya. Kerusakan jaringan pada organ tubuh akan merusak organ tubuh tersebut sehingga berbagai penyakit timbul.

Sebagai akibat dari adanya sifat jahat narkoba yang khas, pemakai narkoba berubah menjadi orang yang egois, eksklusif, paranoid (selalu curiga dan bermusuhan), jahat (psikosis) bahkan tidak perduli terhadap orang lain (asosial).

Didukung oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan lemah, pemakai narkoba akan berubah menjadi pemalas. Karena malas, ia tidak berkembang dan menjadi bodoh. Karena bodoh dan boros, ia akan menjadi miskin. Orang miskin yang mempunyai kebutuhan mahal akan berubah menjadi jahat.

Bila seorang anggota keluarga terkena narkoba, berbagai masalah akan muncul dalam keluarga. Mula-mula timbul masalah psikologis yaitu malu terhadap keluarga, tetangga dan masyarakat. Setelah masalah psikologis timbul masalah ekonomi karena banyak uang terbuang untuk berobat dan banyak barang yang hilang karena dicuri atau dijual untuk membeli narkoba. Masalah ekonomi meningkat lagi menjadi munculnya kekerasan dalam keluarga seperti perkelahian, penganiayaan, serta pembunuhan dalam keluarga.

Dimulai dari masalah narkoba, masalah-masalah lain yang lebih luas dan berbahaya, seperti kriminalitas, prostitusi, korupsi, dan lain-lain. Bila kerusakan tatanan kehidupan ini meluas keseluruh pelosok negeri, pembangunan akan terhambat, kemiskinan meluas, kekacauan merata, dan kejahatan muncul dimana-mana. Jika demikian, sekeras apa pun usaha kita membangun negara, kehancuran bangsa ini tinggal menunggu waktu saja.

Kamis, 25 Februari 2010

SOSIALISASI TENTANG BAHAYA NARKOBA


Tiga aspek penting untuk mencegah anak-anak terjerumus kedalam NARKOBA :
  1. Pengetahuan yang benar tentang NARKOBA.
  2. Keterampilan dan ketahanan dalam menghadapi masalah.
  3. selalu berada dalam lingkungan yang POSITIF.
Ketika anak-anak memperoleh pengetahuan yang benar tentang NARKOBA, memiliki keterampilan dan ketahanan dalam menghadapi masalah dan merasa nyaman dalam lingkungan yang positif dan tidak mendukung penggunaan NARKOBA, maka keinginan untuk mencoba pun tidak akan pernah terpikirkan.

Orang tua yang mengajarkan tentang bahaya
NARKOBA kepada anak-anaknya, dapat mengurangi 36 % resiko anak mencoba ganja, 50 % resiko menyalahgunakan inhalen, 56 % pemakaian kokain dan 65 % LSD dibanding dengan anak yang tidak diajarkan orangtuanya tentang bahaya NARKOBA.

Senin, 08 Februari 2010

Makna Ikon Anti Narkoba


Ikon anti Narkoba ini berbentuk kupu-kupu, berwarna kuning keemasan dengan outlene hitam.
Warna kuning keemasan melambangkan kegiatan yang baik dan itikad yang mulia.
Warna hitam menunjukkan kekuatan dan keteguhan dalam memerangi penyalahgunaan Anti Narkoba.
Kepakan sayap menandakan dinamisasi gerakan Anti Narkoba.
Posisi sayap kupu-kupu yang tidak simetris, dan mengarah kekanan, merupakan simbol arah yang baik.
Garis atau outline hitam yang mengelilingi sayap secara tidak terputus mengibaratkan sebuah lintasan tanpa ujung dan pangkal, menandakan kegiatan yang berlangsung terus menerus dalam memerangi Narkoba.
Kupu-kupu menginspirasikan proses metamorfosis yang dimulai dari telur, menjadi ulat, kemudian kepompong, dan lahirlah kupu-kupu yang baik.
Proses ini menggambarkan suatu gerakan masyarakat yang terus menerus dan berkesinambungan dalam memerangi Narkoba, dimana kupu-kupu menjadi simbol akhir keberhasilan dari sebuah proses yaitu bersih dari Narkoba, sebuah cita-cita mulia yang diharapkan oleh seluruh masyarakat indonesia

Jumat, 05 Februari 2010

Kegiatan BNP Jambi.


Untuk menunjang kegiatan BNP Jambi dan untuk menambah pengetahuan dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) maka, pada hari Kamis tanggal 04 Februari 2009 seluruh staf Karyawan BNP Jambi mengikuti pelatihan penggunaan Tes Kit. Acara dibuka oleh Drs. Pradigdo (Kasubbag Pembinaan Masyarakat Biro Kesra dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Jambi), dengan Nara Sumber Jerry Ms. AMAK dan Rany Homery. R. AMAK Staf Karyawan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Didalam Pelatihan tersebut dijelaskan:



  1. Pengertian Narkoba dan jenis-jenisnya.
  2. Cara penggunaan Test Kit dan juga macam-macam jenis Test Kit.
  3. Penyimpanan Tes Kit yang baik.
  4. Spesimen dan penyimpanan urine.
  5. Prosedur Penggunaan Tes Kit.
  6. Pembacaan Hasil.
Dalam pelatihan tersebut juga dipraktekkan langsung penggunaan Tes Kit dengan menggunakan sampel urine dari salah satu staf BNP Jambi dengan begitu semua peserta memahami cara penggunaannya. Dengan diadakan kegiatan tersebut diharapkan seluruh karyawan dapat menggunakan Test Kit dengan prosedur yang baik.

Rabu, 03 Februari 2010

Penggolongan Narkotika.

Narkotika.
  1. Narkotika golongan I : berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan tidak digunakan untuk terapi (pengobatan). contoh : heroin, kokain, dan ganja. putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.
  2. Narkotika golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contoh : morfin, petidin dan metadon.
  3. Narkotika golongan III : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contoh : kodein.

Psikotropika.
  1. Psikotropika golongan I : amat kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan dalam terapi. Contoh : MDMA (ekstasi), LSD dan STP.
  2. Psikotropika golongan II : kuat menyebabkan ketergantungan, digunakan amat terbatas pada terapi. Contoh : amfetamin, metamfetamin (shabu), fensiklidin dan ritalin.
  3. Psikotropika golongan III : potensi sedang menyebabkan ketergantungan, banyak dipergunakan dalam terapi, Contoh : pentobarbital dan flunitrazepam.
  4. Psikotropika golongan IV : potensi ringan menyebabkan ketergantungan dan sangat luas digunakan dalam terapi, Contoh : diazepam, Klobozam, dll.

Bahan Adiktif Lainnya.
  1. Alkohol, yang terdapat pada berbagai jenis minuman keras.
  2. Inhalansi / solven, yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang terdapat pada berbagai keperluan pabrik, kantor dan rumah tangga.
  3. Nikotin yang terdapat pada tembakau.
  4. Kafein pada kopi, minuman penambah energi dan obat sakit kepala tertentu.

Morvin.

Karakterisrik.
  1. Analgesik yang kuat.
  2. Tidak berbau.
  3. Berupa kristal putih yang warnanya menjadi kecoklatan.

Efek.
  1. Mengurangi rasa nyeri, kantuk atau turunnya kesadaran.
  2. Sembelit, gangguan menstruasi dan impotensi.
  3. Pemakaian dengan jarum suntik menyebabkan HIV/AIDS, Hepatitis B & C.
  4. Pemakaian dikurangi atau dihentikan: hidung berair, keluar air mata, otot kejang, mual, muntah dan mencret.

Akibat dari Penyalahgunaan Narkoba.

Bagi Diri Sendiri.
  1. Fungsi otak dan perkembangan normal remaja terganggu, mulai dari ingatan, perhatian, persepsi, perasaan dan perubahan pada motifasi.
  2. menimbulkan ketergantungan, overdosis, gangguan pada organ tubuh, seperti: hati, ginjal, paru-paru, jantung, lambung, reproduksi serta gangguan jiwa.
  3. perubahan pada gaya hidup dan nilai-nilai agama, sosial dan budaya, misalnya tindakan asusila, asosial bahkan anti sosial.
  4. Akibat jarum suntik yang tidak steril dapat terkena HIV/AIDS, radang pembuluh darah, jantung, hepatitis B dan C, tuber colose.

Bagi Keluarga.
  1. Orang tua menjadi malu, sedih, merasa bersalah, marah bahkan kadang-kadang sampai putus asa.
  2. Suasana kekeluargaan berubah tidak terkendali karena sering terjadi pertengkaran, saling mempersalahkan, marah, bermusuhan, dll.
  3. Uang dan harta benda habis terjual, serta masa depan anak tidak jelas karena putus sekolah dan menganggur.

Bagi Masyarakat.
  1. Lingkungan menjasi rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
  2. Kriminalitas dan kekerasan meningkat.
  3. Ketahanan kewilayahan menurun.

Jumat, 15 Januari 2010

10 Hal yang perlu diketahui remaja tentang Ganja.

  1. Memakai ganja adalah perbuatan melanggar hukum, kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan, jika pernah dihukum.
  2. Ganja berbahaya. menghisap ganja meningkatkan resiko kanker dan kerusakan paru-paru. juga menyebabkan panik, cemas dan parno (perasaan seperti dikejar orang) yang akan mengancam keselamatan kita.
  3. Ganja mengurangi kemampuan melakukan aktifitas yang membutuhkan koordinasi dan konsentrasi seperti olahraga, menari, latihan drama, dan belajar.
  4. Memakai ganja mengurangi penilaian orang lain terhadap dirimu. Coba pikir, jika kamu berpakaian rapi lalu ada ganja ada ditanganmu, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu biarkan dirimu sering lupa, atau sulit berkendara? apakah kamu biarkan isi dompetmu terkuras?
  5. Ganja membatasi dirimu, Ganja menganggu sekolahmu, hubunganmu dengan keluarga dan kehidupan sosial.
  6. Ganja menganggu cara berpikir dan menilai sesuatu. Hal itu sangat mengundang resiko, seperti kecelakaan dan kekerasan.
  7. menghisap ganja tidak menjadikanmu keren (cool), justru sebaiknya, penampilanmu lusuh.
  8. Ganja menyebabkan ketergantungan kamu merasa selalu membutuhkan ganja, dan sulit melepaskan daripadanya.
  9. Menghisap ganja bukan penyelesaian masalah, ganja tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan masalah akan lebih berat, karena kamu tidak berusaha mencari penyelesaiannya. bicarakan masalahmu dengan orang yang kamu percayai. jangan percaya kepada orang yang berkata, bahwa ganja tidak berbahaya atau akan menjadikan hidupmu lebih baik.
  10. tidak semua orang memakai ganja, kamu tidak membutuhkannya. jika kamu pikir, semua orang memakai ganja, kamu keliru. Di Amerika Serikat lebih dari 80% remaja 12-17 tahun belum pernah memakai ganja. Ganja tidak menjadikanmu bahagia, populer, atau dewasa.
BNN, Pencegahan Narkoba untuk Remaja, 2007.

Kamis, 14 Januari 2010

ECSTASY Diketahui sebagai : Inex, enak, cui iin, flash, dollar, flipper, hammer

Bahaya dan dampak
Sering mengatuk rahang, Gemetar yang berlebihan, Kerusakan ginjal, hati dan otak Kehilangan ingatan dalam jangka waktu yang lama, Mengigil, berkeringat dan muntah Tidak mampu untuk berpikir, melihat dan menyelaraskan fungsi tubuh, Mengadu gigi dan halusinasi

Gejala
cemas, depresi, ketakutan, isomnia, (sulit tidur), kehilangan sensitif, akal sehat dan kesadaran.
Kematian dapat terjadi karena gangguan pembuluh darah jantung, dehidrasi, dan pecahnya pembuluh darah otak.

KOKAIN Diketahui sebagai : crack, daun koka, pasta koka

Bahaya dan dampak
Memacu detak jantung
Prilaku agresif
Mudah marah, tersinggung
Gemetar
Mudah muak, pandangan kabur, halusinasi


gejala

Mudah marah, depresi, cemas dan gelisah
Jenuh
Mudah muak
Kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu.
Over dosis dapat menyebabkan serangan tiba-tiba, serangan jantung, stroke dan gagal ginjal.

Rabu, 13 Januari 2010

GANJA Diketahui sebagai : marijuana, cimeng, gelek, dan hasis

Bahaya dan dampak :
Sulit konsentrasi
Gerakan lambat
Ganguan persepsi dan berpikir
Rendah keseimbangan
Mudah marah, depresi, dan paranoid
Motifasi rendah dan susah dikendalikan.

GEJALA
:

Mudah cemas, Mudah murung, Mudah tegang, Mudah marah