Kamis, 17 Juni 2010

MENGAPA NARKOBA SANGAT BERBAHAYA?

Narkoba memiliki 3 sifat jahat yang dapat membelenggu pemakainya untuk menjadi budak setia. Ia tidak dapat meninggalkannya, selalu membutuhkannya dan mencintainya melebihi siapapun. 3 sifat yang sangat berbahaya dan jahat itu adalah habitual, adiktif, dan toleran.

1. Habitual.

Habitual adalah sifat pada narkoba yang membuat pemakainya akan selalu teringat, terkenang dan terbayang sehingga cenderung untuk selalu mencari dan rindu (seeking). Sifat inilah yang menyebabkan pemakai narkoba yang sudah sembuh kelak bisa kambuh (relapse).dan memakai kembali.

Semua jenis narkoba memiliki sifat habitual dalam kadar yang berfariasi. Sifat habitual tertinggi ada pada heroin (putau). Kemungkinan kambuh pemakai putau sangatlah tinggi sehingga pemakainya dianggap mustahil bisa dapat bebas atau sembuh total selamanya, 100%.

2. Adiktif.

Adiktif adalah sifat narkoba yang membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat menghentikannya. Penghentian atau pengurangan pemakai narkoba akan menimbulkan ’efek putus zat’ yaitu perasaaan sakit luar biasa, atau dalam bahasa gaul di sebut sakaw ( sakit karena kau, narkoba).

Jadi, narkoba itu unik. Bila pemakaian dihentikan mendadak sekaligus, badan bukannya langsung menjadi sehat, melainkan malah menjadi sakit luar biasa. Rasa nyaman dan sehat baru akan datang setelah sakaw berlalu bila yang bersangkutan kembali memakai narkoba.

Penderita sakaw yang mengalami rasa sakit luar biasa itu biasanya mengatasi rasa sakitnya melalui 2 cara:

1. kembali mengkonsumsi jenis narkoba yang sama. Orang semacam ini seterusnya akan menjadi budak yang patuh, pecandu yang setia selamanya. Orang seperti ini disebut junkies, pemadat dan pecandu. Bila sedang memakai narkoba, orang tersebut tampak normal. Namun, bila tidak sedang memakai, ia justru tampak tidak normal, lesu, gelisah, tidak fit, dan tidak percaya diri.

2. bila tidak kembali memakai tetapi juga tidak tahan rasa sakit, orang tersebut akhirnya mencari jalan pintas, yauti bunuh diri. Cara bunuh diri yang paling sering adalah:

· menyuntikkan kembali narkoba ke dalam badannya dengan dosis yang sangat besar sehingga ia mengalami overdosis (OD) dan meninggal dunia dengan jarum masih menancap di badan.

· Melompat dari gedung bertingkat tinggi.

· Menabrak kendaraan.

· Membenturkan kepala ke tembok.

Sakaw tidak hanya terjadi karena penghentian pemakaian narkoba, tetapi juga karena pengurangan dosis pemakaian.

3. Toleran.

Toleran adalah sifat narkoba yang membuat tubuh pemakainya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba itu sehingga menuntut dosis pemakaian semakin tinggi. Bila dosisnya tidak dinaikkan, narkoba itu tidak akan bereaksi, tetapi malah membuat pemakainya mengalami sakaw. Untuk memperoleh efek yang sama dengan efek di masa sebelumnya, dosisnya harus dinaikkan.

Disamping memiliki 3 sifat jahat sebagaimana telah diuraikan di atas, narkoba juga berdampak terhadap fisik, mental dan moral, bahkan terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa. Pemakai narkoba dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menjadi sakit sebagai akibat langsung adanya narkoba dalam tubuh, misalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, otak, jantung, usus, dan sebagainya. Kerusakan jaringan pada organ tubuh akan merusak organ tubuh tersebut sehingga berbagai penyakit timbul.

Sebagai akibat dari adanya sifat jahat narkoba yang khas, pemakai narkoba berubah menjadi orang yang egois, eksklusif, paranoid (selalu curiga dan bermusuhan), jahat (psikosis) bahkan tidak perduli terhadap orang lain (asosial).

Didukung oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan lemah, pemakai narkoba akan berubah menjadi pemalas. Karena malas, ia tidak berkembang dan menjadi bodoh. Karena bodoh dan boros, ia akan menjadi miskin. Orang miskin yang mempunyai kebutuhan mahal akan berubah menjadi jahat.

Bila seorang anggota keluarga terkena narkoba, berbagai masalah akan muncul dalam keluarga. Mula-mula timbul masalah psikologis yaitu malu terhadap keluarga, tetangga dan masyarakat. Setelah masalah psikologis timbul masalah ekonomi karena banyak uang terbuang untuk berobat dan banyak barang yang hilang karena dicuri atau dijual untuk membeli narkoba. Masalah ekonomi meningkat lagi menjadi munculnya kekerasan dalam keluarga seperti perkelahian, penganiayaan, serta pembunuhan dalam keluarga.

Dimulai dari masalah narkoba, masalah-masalah lain yang lebih luas dan berbahaya, seperti kriminalitas, prostitusi, korupsi, dan lain-lain. Bila kerusakan tatanan kehidupan ini meluas keseluruh pelosok negeri, pembangunan akan terhambat, kemiskinan meluas, kekacauan merata, dan kejahatan muncul dimana-mana. Jika demikian, sekeras apa pun usaha kita membangun negara, kehancuran bangsa ini tinggal menunggu waktu saja.