Rabu, 10 Agustus 2011

JENIS-JENIS NARKOBA

Narkoba dibagi dalam 3 jenis, yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Tiap jenis dibagi-bagi lagi ke dalam kelompok:
Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun bukan sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa. Zat ini dapat mengurangi sampai mnghilangkan rasa nyeri dan dapat mengakibatkan ketergantungan. Narkotika memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga memiliki daya toleran (penyesuaian) dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi. Ketiga sifat narkotika inilah yang menyebabkan pemakai narkotika tidak dapat lepas dari “cengkraman”nya. Berdasarkan Undang-undang No. 22 Tahun 1997, jenis narkotika dibagi dalam 3 kelompok, yaitu narkotika golongan I, golongan II, dan golongan III.
Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan apa pun, kecuali untuk penelitian atau ilmu pengetahuan. Contohnya adalah Ganja, Heroin, kokain, morfin, opium, dan lain-lain.
Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya adalah petidin, dan turunannya, benzetidin, betametadol, dan lain-lain.
Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya kodein dan keturunanya.
Berdasarkan cara pembuatannya, narkotika dibedakan ke dalam 3 golongan juga, yaitu narkotika alami, narkotika semisintetis, dan narkotika sintetis.
Narkotika Alami.
Narkotika alami adalah narkotika yang zat adiktifnya diambil dari tumbuh-tumbuhan (alam). Contohnya:
Ganja
Ganja adalah tanaman perdu dengan daun menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus. Jumlah jarinya selalu ganjil, yaitu 5, 7, 9. tumbuhan ini banyak tumbuh di beberapa daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Pulau Jawa dan lain-lain. Daun ganja sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Bila digunakan sebvagai bumbu masak, daya adiktifnya rendah. Namun, tidak demikian bila dengan dibakar dan asapnya dihirup. Cara penyalahgunaannya dengan dikeringkan dan dicampur dengan tembakau rokok atau dijadikan lalu dibakar serta dihisap.
Hasis
Hasis adalah tanaman serupa ganja yang tumbuh di Amerika Latin dan Eropa. Daun ganja, hasis, dan mariyuana juga dapat disuling dan diambil sarinya. Dalam bentuk cair, harganya Sangat mahal. Gunanya adalah untuk disalahgunakan oleh pemadat-pemadat ”kelas tinggi”.
Koka
Koka adalah tanaman perdu mirip pohon kopi. Buahnya yang matang berwarna merah seperti biji kopi. Dalam komunitas masyarakat indian kuno, biji koka sering digunakan untuk menambah kekuatan orang yang berperang atau berburu binatang. Koka kemudian diolah menjadi kokain.
Opium
Opium adalah bunga dengan bentuk dan warna yang indah. Dari getah bunga opium dihasilkan candu (opiat). Di Mesir dan daratan Cina, opium dulu digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, memberi kekuatan, atau menghilangkan rasa sakit pada tentara yang terluka sewaktu berperang atau ketika sedang berburu.
Narkotika Semisintetis
Narkotika semisintetis adalah narkotika alami yang diolah dan diambil zat aktifnya (intisarinya) agar memiliki khasiat yang lebih kuat sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedokteran. Contohnya:
Morfin
Dipakai dalam dunia kedokteran untuk menghilangkan rasa sakit atau pembiusan pada operasi (pembedahan)
Kodein
Dipakai untuk obat penghilang batuk
Heroin
Tidak dapat dipakai dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat besar dan manfaatnya secara medis belum ditemukan. Dalam perdagangan gelap, heroin diberi nama putaw, atau petai. Bentuknya seperti tepung terigu halus, putih dan agak kotor.
Kokain
Hasil olahan dari biji koka.
Narkotika Sintetis.
Narkotika sintetis adalah narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia. Narkotika ini digunakan untuk pembiusan dan pengobatan bagi orang yang menderita ketergantungan obat (subsitusi). contohnya:
Petidin
Untuk obat bius lokal. (operasi kecil, sunat, dan sebagainya)
Methadon
Untuk pengobatan pecandu narkoba.
Naltrexon
Untuk pengobatan pecandu narkoba.
Selain untuk pembiusan, narkotika sintetis ini biasanya diberikan oleh dokter kepada penyalahguna narkoba untuk menghentikan kebiasaannya yang tidak kuat melawan sugesti (relaps) atau sakaw. Narkotika sintetis berfungsi sebagai ”pengganti sementara”. Bila benar-benar sudah bebas, asupan narkotika sintetis ini dikurangi sedikit demi sedikit sampai akhirnya berhenti total.
Psikotropika.
Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku.
Psikotropika adalah obat yang digunakan oleh dokter untuk mengobati ganguan jiwa (psyche). Berdasarkan Undang-undang No. 5 tahun 1997, psikotropika dapat dikelompokkan ke dalam 4 Golongan:
Golongan I adalah psikotropika dengan daya yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya, contohnya adalah MDMA, ekstasi, LSD, dan STP.
Golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya adalah afetamin, metamfetamin, metakualon dan sebagainya.
Golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi yang sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya adalah lumibal, buprenorsina, fleenitrazepam dan sebagainya.
Golongan IV adalah psikotropika dengan daya adiksi ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya adalah nitrazepam (BK, mogadon, dumolid), diazepam dan lain sebagainya.
Bahan Adiktif lainnya.
Golongan adiktif lainnya adalah zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan. contohnya : 1. rokok. 2. kelompok alkohol dan minuman lain yang dapat memabukkan dan menimbulkan ketagihan. 3. thinner dan zat-zat lain, seperti lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin, yang bila dihisap, dihirup, dan dicium dapat memabukkan.

Narkoba yang saat ini banyak disalahgunakan

Narkoba yang saat ini banyak disalahgunakan adalah:
GANJA
(cimeng, kanabis, marijuana, pot, thai, stick, grass, gelek, rasta, dope, weed, hash, mary jane, sinsemilla).
APAKAH ITU?
Ganja berasal dari daun dan pucuk bunga tanaman cannabis sativa yang berwarna hijau bila masih segar dan menjadi kecoklatan bila di keringkan.
Getah (resin) ganja atau hash adalah getah pucuk bunga tanaman ganja kering, yang dijadikan bubuk atau dimampatkan menjadi lempengan seperti kue, atau bolat seperti bola. Minyak hashish adalah cairan yg diambil dari tanaman ganja kering atau getahnya
BAGAIMANA PENYALAHGUNA MEMAKAINYA ?
semua bentuk ganja biasanya dihisap sebagai rokok. Ganja resin bisa dimakan atau diseduh dalam teh.
BAGAIMANA PENGARUHNYA BAGI PEMAKAI ?
Ganja menyebabkan rileks, nyaman dan gembira (euphoria) serta halusinasi.
APA BAHAYA PENYALAHGUNAAN GANJA ?
1.Daya pikir melambat dan terjadi kebingungan.
2.Menyebabkan cemas, panik, bahkan ganguan jiwa.
3.Kehilangan minat terhadap kegiatan apapun, sekolah, pekerjaan, hubungan antar sesama, dan juga malas belajar.
4.Suka menyendiri.
5.Kanker paru dan penyakit paru lainnya karena mengandung 50% tar lebih banyak dari tembakau.

EKSTASI
(xtc, inex, adam, clarity, E, fantasy pills, cece, ceiin, kancing, rolls, beans, flipper, hammer)
APAKAH ITU ?
Ekstasi adalah bahan psikoaktif yang bersifat stimulan (memacu kerja otak). Biasanya dibuat oleh pabrik gelap, sehingga sebutan extasi tak lagi mengacu satu bahan tertentu, tetapi beberapa bahan yang mempunyai pengaruh sama pada pemakainya. Biasanya berupa tablet, dengan aneka bentuk dan ukuran. Ada juga berupa bubuk atau kapsul.
BAGAIMANA PENYALAHGUNAAN MEMAKAINYA ?
Biasanya ditelan, dihirup atau disuntikkan.
BAGAIMANA PENGARUHNYA BAGI PEMAKAI ?
Meningkatkan empati dan keakraban terhadap orang lain, sehingga menjadi lebih mudah bergaul dan bersemangat.
APA BAHAYA PENYALAHGUNAAN EKSTASI ?
1.Terjadi dehidrasi atau tubuh kepanasan, dan kekurangan cairan, pusing dan lelah.
2.Merusak organ-organ tubuh seperti hati dan ginjal.
3.Terjadi kejang-kejang dan gagal jantung.
4.Dosis besar menyebabkan gelisah tidak dapat diam, cemas dan halusinasi.
5.Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak dan menimbulkan ganguan daya ingat dan ganguan jiwa.

SHABU
(ice, crystal, yaba, ubas, ss, mecin)
APAKAH ITU?
Shabu dan ekstasi tergolong ATS (Amphetamine Type Stimulants) yang memacu kerja otak.
Shabu adalah istilah gaul untuk methamphetamine. Dibuat oleh pabrik gelap sebagai bahan sintetis (bahan kimia murni) berupa bubuk, tablet, dan kristal bening.
BAGAIMANA PENYALAHGUNAAN MEMAKAINYA ?
Biasanya ditelan, dihirup, dihisap seperti rokok atau disuntikkan.
BAGAIMANA PENGARUHNYA BAGI PEMAKAI ?
Selera makan hilang, pernapasan menjadi meningkat. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Suhu tubuh meningkat sehingga tubuh berkeringat. Semangat meningkat sehingga ditanggapi pemakainya sebagai peningkat kinerja. Rasa lapar dan lelah tertunda.
APA BAHAYA PENYALAHGUNAAN SHABU?
1.Selera makan hilang, dan pernapasan menjadi cepat.
2.Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
3.Suhu tubuh meningkat sehingga tubuh berkeringat.
4.Dalam dosis besar pemakai akan gelisah, tidak dapat diam, dan panik.
5.Kejang-kejang, stroke dan gagal jantung.
6.Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kurang gizi, berat badan turun dan ketergantungan psikologis.

HEROIN
(PUTAW, PT, DIACETIL, MORFIN, SMACK, DOPE, HORSE)
APAKAH ITU ?
Heroin merupakan jenis opioda semi sintetik berupa serbuk putih butiran dan cairan, rasanya pahit yang memiliki sifat menghilangkan rasa nyeri. Heroin dibuat dari morfin, yaitu bahan yang berasal dari tanaman candu. Heroin murni berupa bubuk putih, tetapi yang beredar di pasar gelap berwarna kecoklatan, sebab dicampur bahan-bahan lain. Karena itu kandungan setiap dosisnya berbeda-beda.
BAGAIMANA PENYALAHGUNA MEMAKAINYA?
Heroin biasanya dipakai dengan disuntikkan, tetapi dapat pula disedot melalui hidung, dirokok atau asapnya dihirup.
BAGAIMANA PENGARUHNYA PADA PEMAKAI?
Setelah memakai heroin, pupil mata menyempit, timbul rasa mual, muntah, tenggorokan kering, tidak mampu berkosentrasi dan apatis (acuh tak acuh).
APA BAHAYA PENYALAHGUNAAN HEROIN?
1.Gangguan kesehatan, antara lain : berat badan turun drastis, kurang gizi, dan sembelit.
2.Haid tidak teratur, impotensi, mengantuk dan acuh tak acuh.
3.Kejang otot, mencret, tremor (anggota tubuh bergetar tanpa kendali), panik, hidung dan mata berair, menggigil, berkeringat, gelisah, tidak bisa tidur, dan rasa nyeri seluruh tubuh.