Jumat, 27 April 2012

DAMPAK AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA


1.KE DIRI PENYALAHGUNA/ PENGGUNA NARKOBA

a. Kesehatan baik pisik maupun psikis.
b. Pengaruh kehidupan sosial.
c. Kehidupan pendidikannya.
d. Kehidupan beragamanya.
e. Terjerat tindak pidana.
f. Meninggal dunia.

2. KEPADA KELUARGA


a. Rasa malu.
b. Dikucilkan.
c. Dihina/direndahkan .
d. Dirugikan secara moril dan materil.
e. Stress, tertular penyakit.

3. Dampak Terhadap Ipoleksosbud Hankam Agama

a. Idelogi
Menjadi lemah, karena acuh dan cuek terpangaruh halusinasi bahkan mudah digoyang atau dihancurkan.
b. Politik
Pengaruh / dampak politik, dapat digunakan oleh para pelaku politik untuk menjatuhkan lawan politiknya baik secara langsung ataupun tidak langsung, sehingga perkembangan kehidupan politik menjadi terpuruk karena digunakan dengan kegiatan yang negatif .
Contohnya :

Yang langsung : Dengan jebakan narkoba atu dipancing dengan narkoba terhadap diri lawan politiknya ataupun terhadap keluaraganya sehingga terkena sangsi tindak pidana ataupun tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan kosentrasi karena terganggu.
Yang tidak langsung : Pelaku lawan politiknya yang lagi manggung/ yang lagi berkuasa dijatuhkan dengan maraknya peredaran narkoba, sehingga binggung menanganinya dan dianggap tidak mampu dalam memimpin kekuasaannya oleh rakyat.

c. Dampak Ekonomi

Bila penyalahguna/ pengguna narkoba di Provinsi Jambi saja sebanyak = 50.420 0rang dan rata rata tiap bulan menghabiskan uang Rp 500.000, jadi setahun sudah 50.420 x 500.000 x 12 = Rp ………

- Makan NAPI di satu LP Kota Jambi April 2012:
441 org x Rp. 8.000 x 4 THN =
- Dana BNNP 33 Prov x Rp. 4 M =
- Dana BNNK 75 Kab x Rp. 3 M =
- Rehabilitasi Lido Bogor .... M/THN
- Makan ditahanan Polri.......
- Dana di Rumah Sakit Jiwa

Berarti uang yang sia-sia digunakan untuk membeli narkoba sangatlah banyak, coba bila untuk membangun infrastruktur atau untuk membangun yang lainnya.

Berapa dana yang dikeluarkan oleh pemerintah dan keluarga untuk mengobati, merehabilitasi, pasca rehabilitasi, P4GN, serta biaya pemakaman yang rata rata di Indonesia sehari meninggal dunia akibat narkoba sebanyak = 51 orang, ditambah lagi yang terkena / terinfeksi HIV/ AIDS sebanyak = 578 orang.

Apalagi bila dikalikan seluruh Indonesia 33 Provinsi berapa banyak uang Negara dan rakyat yang digunakan untuk menangani narkoba.

d. Dampak Sosial. Dari mulai dikucilkan, dicemooh, dihina, dipermalukan dan dijatuhkan harga dirinya penyalahguna maupun keluarganya dianggap sampah, apalagi bila sudah parah terkena penyakit baik pisik maupun psikis (jiwa) dan HIV/AIDS.
Semua pihak ( keluarga, lingkungan masyarakat, pemerintah ) merasa dirugikan baik moril maupun materil, juga dalam mensosialisasikan penyalahguna/ pengguna narkoba agar diterima kembali ditengah tengah masyarakat dengan baik dan wajar.

e. Dampak Budaya.
Bergesernya dari nilai budaya yang dahulu perhatian terhadap sesama dan lingkungannya, ramah tamah, sopan santun, etis dan beradab.
Tapi dengan pengaruh narkoba dipenuhi dengan keacuhan, apatis, cuek, pengendalian diri melemah, bahkan hilang dan dipenuhi dengan kesakitan, kegilaan, kekerasan, kejahatan/criminal dll.

f. PERTAHANAN.

Bila penduduk Jambi sebanyak 3 juta orang dalam keadaan sehat wal afiat dan tidak menggunakan narkoba, berarti yang akan mempertahankan atau membela Negara berjumlah 3 juta orang.

Tapi bila yang menggunakan narkoba sebanyak 50.420 orang, berarti kekuatan akan berkurang 3 Juta - 50.420 orang, karena sudah terpengaruh narkoba karena keacuhannya, kurang sehat jasmani maupun rohaninya, untuk membela Negara dan bangsanya.

Apalagi bila dijumlah seluruh Indonesia sangatlah banyak, belum lagi jumlah aparat, keluarga, dan keluarga yang sedang stress yang sedang menangani Lahgun/pengguna/korban narkoba.

g. KEAMANAN.

Dampak dari penyalahguna/pengguna yang selalu ketagihan, akan selalu mencarai uang dan narkoba, yang ada uang/memiliki uang akan habis dan akan mencari dengan menggunakan jalan pintas mencuri, menipu, menggelapkan, jadi pengedar, menganiaya, membunuh dll.

h. A G A M A.

Mulai acuh, lupa dan menjauh dari ajaran agama dari mulai diri sendiri, mengajak atau menambah orang lain semakin lama semakin banyak, dan bila ini dibiarkan maka banyak orang sudah meninggalkan ajaran agama, norma agama sendi agama maka yang akan timbul mulai secara pelan pelan hilanglah rasa kemanusiaan dan akan timbul rasa kebinatangan karena pengendalian diri berkurang akan menjadi acuh, terjadi pergaulan bebas, kekerasan, kejahatan dll.

4. Yang paling bahaya mendukung pergerakan kegiatan para pelaku teror, karena terorist menjual narkoba atau sebagai bandar narkoba dan hasilnya/ keuntungan untuk memperbesar organisasi teroristnya, untuk merekrut orang orang dengan tipu dayanya untuk menjadi terorist dengan banyaknya uang yang dimilki, untuk membeli bahan peledak / bom, membeli senjata, melancarkan kegiatannya untuk menyewa / mengontrak rumah, bayar hotel, membeli kendaraan untuk dipasang bom, seperti kejadian di Bali dan di Jakarta.

Inilah wacana yang perlu saya sampaikan untuk dapat terpanggil dari seluruh komponen bangsa untuk bersama sama menangani ancaman narkoba / P4GN di Negara kesatuan republik Indonesia yang kita cinta ini, dengan mendukung dan melaksanakan Inpres Nomor 12 tahun 2011. semoga Allah memberi petunjuk dan menyadarkan kita semua untuk menangani Narkoba amin.

1 Januari 2012

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn