Jumat, 27 April 2012

NO WAY NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ZAT ADIKTIF LAINNYA)

PENGERTIAN NAPZA

NARKOTKA ADALAH ZAT ATAU OBAT YANG BERASAL DARI TANAMAN ATAU BUKAN TANAMAN, BAIK SINTESIS  MAUPUN SEMI SINTESIS YANG DAPAT MENYEBABKAN PENURUNAN ATAU PERUBAHAN KESADARAN, HILANGNYA RASA DAN DAPAT MENGHILANGKAN RASA NYERI SERTA MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN.

PSIKOTROPIKA ADALAH ZAT ATAU OBAT, BAIK ALAMIAH MAUPUN SINTESIS BUKAN NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PSIKOAKTIF MELALUI PENGARUH SELEKTIF PADA SUSUNAN SYARAF PUSAT YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN KHAS PADA AKTIFITAS MENTAL DAN PERILAKU.


ZAT ADIKTIF ADALAH BAHAN LAIN ATAU OBAT, BAIK ALAMIAHMAUPUN PSIKOTROPIKA YANG PENGGUNAANNYA DAPAT MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN.

MENGAPA TEMPAT KERJA, TEMPAT KEGIATAN, TEMPAT BELAJAR PERLU BEBAS DARI PEREDARAN DAN PENYALAHGUNAAN NAPZA ?

KESEHATAN PENGGUNA NAPZA TIDAK STABIL, BAIK FISIK MAUPUN MENTAL YANG BERAKIBAT BURUK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA.

KECELAKAAN KERJA DAN KECELAKAAN LALU LINTAS SERING TERJADI KARENA TINGKAT KELALAIAN YANG TINGGI DARI PENGGUNA NAPZA.

BEBAS NAPZA , MEMBUAT SUASANA AMAN DAN NYAMAN DITEMPAT KERJA/ KEGIATAN DAN TEMPAT BELAJAR.

APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PEREDARAN DAN PENYALAHGUNAAN NAPZA.

MENGETAHUI MENYEBARLUASKAN INFORMASI TENTANG BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA DALAM BERBAGAI METODE DAN MEDIA YANG SESUAI, SEPERTI : POSTER, LEAFLET, SELEBARAN, STICKER, SPOT DAN LAIN LAIN.

INFORMASI PENGOBATAN AKIBAT NAPZA :
RSU DAERAH SETEMPAT, RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SETEMPAT, DINAS KESEHATAN DAERAH SETEMPAT, RUMAH SAKIT KETERGANTUNGAN OBAT, BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI, BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA.

1. HEROIN (PUTAU, PUTIH, BEDAK, PT, ETEP)

a. JENIS YANG POPULER DI INDONESIA ADALAH PUTAU (HEROIN KELAS 5 ATAU 6)
b. PENGHILANG RASA NYERI YANG SANGAT KUAT
c. DALAM BENTUK SERBUK ATAU LARUTAN
d. PEMAKAI AKAN CEPAT BERGANTUNG SECARA FISIK DAN MENTAL
e. PALING SERING MENIMBULKAN KEMATIAN AKIBAT OVERDOSIS
f. PEMAKAI MENJADI BODOH DAN LAMBAN, SERTA MERUSAK KONSENTRASI
g. PEMAKAI KALAU BERBICARA CADEL

AKIBATNYA GEJALA PUTUS HEROIN :

a. KESAKITAN DAN KEJANG KEJANG
b. MATA BERAIR
c. KEHILANGAN NAFSU MAKAN
d. KERAM PERUT DAN MENGGELEPAR
e. HIDUNG BERLENDIR
f. KEKURANGAN CAIRAN TUBUH

2. GANJA (CANNABIS, MARIYUANA, CIMENG, HASHISH, RUMPUT/ GRASS)

a. PEMAKAIAN LAMA MENURUNKAN DAYA TAHAN SEHINGGA MUDAH TERSERANG INFEKSI
b. DAPAT MEMBUAT KETAGIHAN SECARA MENTAL
c. PIKIRAN MENJADI LAMBAN DAN AKAN NAMPAK BODOH
d. MEMPENGARUHI KONSENTRASI DAN INGATAN
e. SERINGKALI PENGGUNA MENCARI OBAT OBATAN LEBIH KERAS DAN MEMATIKAN
f. PEMAKAI DALAM JANGKA WAKTU PANJANG DAPAT MENYEBABKAN PSYCHOTIK ATAU GILA

AKIBATNYA :

a. MENINGKATKAN DENYUT NADI, KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI TUBUH YANG BURUK BERPERILAKU MALADAPTIF, YAITU YANG BERSANGKUTAN TIDAK MAMPU MENYESUAIKAN DIRI ATAU BERADAPTASI DENGAN KEADAAN SECARA WAJAR, SEPERTI KETAKUTAN, KECURIGAAN, RASA PANIK.
b. DEPRESI
c. KADANG DIARE
d. KEBINGUNGAN
e. HALUSINASI
f. BERSIKAP APATIS
g. MUDAH TERSINGGUNG

3. SHABU SHABU ( KRISTAL, UBAS, SS )

a. NAMA POPULER UNTUK METHAMPHETAMINE
b. BERBENTUK SEPERTI KRISTAL , TIDAK BERBAU DAN TIDAK BERWARNA
c. MENGAKIBATKAN EFEK YANG KUAT PADA SISTEM SARAF
d. PEMAKAI AKAN BERGANTUNG SECARA FISIK DAN MENTAL
e. MENSTIMULASI TUBUH MELAMPAUI AMBANG BATAS KEKUATAN FISIK
f. EFEK LANGSUNG PENGGUNANYA MENJURUS PADA PERILAKU KEKERASAN
g. PEMAKAI MERASA FLY DENGAN PERASAAN ENAK SEMENTARA, YANG BERANGSUR ANGSUR MEMBANGKITKAN KEGELISAHAN YANG LUAR BIASA Mirip tawas /Gula Batu

AKIBATNYA :

  a. BERAT BADAN MENURUN
b. KEJANG KEJANG
c. KERUSAKAN GINJAL,PARU PARU DAN JANTUNG
d. IMPOTEN DALAM JANGKA PANJANG
e. SERANGAN JANTUNG
f. HALUSINASI
g. PARANOID ( CURIGA )
h. KEMATIAN

4. INHALENSIA ( NGELEM )

a. ZAT YANG TERDAPAT PADA LEM DAN PENGENCER CAT (THINNER).
b. PENGGUNAANNYA DENGAN CARA DIHIRUP YANG DAPAT MENGAKIBATKAN KEMATIAN MENDADAK SEPERTI : TERCEKIK (SUDDEN SNIFFING DEATH SYNDROME).
c. DAPAT MERUSAK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN OTOT, SYARAF DAN ORGAN TUBUH LAIN.
d. MENGHIRUP SAMBIL MENGGUNAKAN OBAT ANTI DEPRESI SEPERTI OBAT PENENANG, OBAT TIDUR, ALKOHOL AKAN MENINGKATKAN RISIKO OVERDOSIS DAN DAPAT MEMATIKAN.
e. PENGGUNA JIKA MELAKUKAN AKTIVITAS NORMAL SEPERTI BERLARI ATAU BERTERIAK DAPAT MENGAKIBATKAN KEMATIAN KARENA GAGAL JANTUNG.

AKIBATNYA :

a. MENYEBABKAN GANGGUAN PADA FUNGSI GINJAL, HATI, JANTUNG DAN OTAK.
b. KEJANG-KEJANG OTOT.
c. BATUK-BATUK.
d. TIDAK DAPAT BERFIKIR.
e. SIANOSIS ( BIRU ) DENYUT JANTUNG TIDAK TERATUR.

5. AMPHETAMINE (AMPHET)

a. BERBENTUK PIL, KAPSUL DAN SERBUK
b. MEMBERIKAN RANGSANGAN BAGI PERASAAN MANUSIA
c. SALAH SATU JENIS AMPHETAMINE YAKNI METHAMPHETAMINE YANG MEMILIKI EFEK RANGSANGAN KUAT TERHADAP SISTEM SYARAF, CONTOHNYA ADALAH ICE, SHABU DLL.
d. PEMAKAI AKAN TERIKAT SECARA FISIK DAN MENTAL
e. TETAP MERASA AKTIF WALAU TUBUH SANGAT LELAH
f. DAPAT MERANGSANG TUBUH MELAMPAUI BATAS MAKSIMUM DARI KEKUATAN FISIK
g. JIKA TUBUH TIDAK LAGI DAPAT MENANGGUNG BEBAN , DAPAT MENYEBABKAN PINGSAN ATAU MATI KARENA KELELAHAN

AKIBATNYA :

a. PENURUNAN BERAT BADAN
b. KELIHATAN SEPERTI KURANG TIDUR
c. DENYUT NADI KURANG BERATURAN DAN MENINGKAT
d. PINGSAN KARENA SANGAT KELELAHAN
e. TEKANAN DARAH TINGGI
f. PARANOID (CURIGA)

6. ECSTASY ( INEX .I . KANCING )

a. BERBENTUK TABLET ATAU KAPSUL
b. DIPRODUKSI SECARA ILLEGAL DI LABORATORIUM
c. ZAT KIMIA BERBAHAYA SERING DICAMPUR SEHINGGA BERAKIBAT BURUK BAGI TUBUH SEPERTI CAMPURAN INSEKTISIDA, PIL KB BAHKAN ZAT-ZAT KIMIA YANG TIDAK DIKETAHUI
d. DAPAT MENSTIMULASI TUBUH MELAKUKAN AKTIFITAS YANG MELAMPAUI BATAS MAKSIMUM, BERPERILAKU HIPERAKTIF
e. MENYEBABKAN DENYUT NADI COPOT, SERTA MENIMBULKAN PARANOID DAN HALUSINASI

AKIBATNYA :

a. HIPERAKTIF
b. RASA MUAL, MUNTAH DAN DIARE
c. GEMETAR TAK TERKONTROL
d. DENYUT NADI SANGAT CEPAT
e. KEHILANGAN SELERA MAKAN
f. FUNGSI PENGENDALIAN DIRI ( SELF CONTROL ) SEKSUAL MENURUN/MELEMAH
g. RASA HAUS YANG AMAT SANGAT
h. SAKIT KEPALA DAN PUSING HINGGA KEMATIAN

GEJALA INTOXICASI (KERACUNAN) :

1. DENYUT JANTUNG MENURUN
2. TEKANAN DARAH MENURUN
3. PERNAFASAN MENURUN
4. KEMATIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn