Selasa, 22 Mei 2012

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BAHAYA NARKOBA

KARENA PENANGANAN NARKOBA HARUS LEBIH SERIUS DARI PADA PENANGANAN TERORIS, PERAN SELURUH KOMPONEN BANGSA/MASYARAKAT SANGAT DIHARAPKAN Korban narkoba lebih banyak dari pada korban teroris di Indonesia, data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2008, meninggal dunia rata-rata lebih kurang 51 orang dalam sehari. Merujuk dari informasi ini, apakah teroris sudah tidak lagi menggunakan bom dan senjata api dalam pelaksanaan kegiatan terornya, ataupun hasil penjualan narkoba tersebut digunakan untuk melakukan teror. Namun sekarang untuk menghancurkan dan mengacaukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini, dengan menggunakan narkoba. 


Provinsi Jambi penyalahguna narkoba rangking ke-6 se-Indonesia, dengan jumlah penyalahguna sebanyak 50.420 orang. Peredaran narkoba rangking XVI data hasil penelitian bnn bersama universitas Indonesia tahun 2008. HIV/AIDS = 578 Desember 2011 Karena alangkah mudahnya narkoba dan bahan bahan prekusor (untuk membuat narkoba ) masuk ke indonesia dari luar negeri, disini peran seluruh komponen bangsa/ masyarakat sangatlah di harapkan : Yang Pertama, untuk melaksanakan perannya karena aparat tidak mungkin mampu untuk menanggulangi hal ini, disebabkan faktor geografis, negara kesatuan republik Indonesia berbentuk kepulauan, yang pesisirnya sangat banyak dan panjang yang setiap jengkalnya tidak ada aparat, karena jumlah personil dan kurangnya sarana serta prasarana (transportasi, ilmu pengetahuan dan teknologi). Peran masyarakat yang tinggal dipesisir dan disekitar pelabuhan laut/udara, diharapkan perannya untuk memonitor/memantau, apalagi pegawai/karyawan yang menangani transportasi ini setelah tahu adanya peredaran narkoba segera menginformasikan kepada aparat yang berwenang. Karena narkoba dan zat adiktif lainnya Indonesia belum bisa buat, kecuali ganja jadi narkoba itu masuk dari luar negeri. Yang kedua, faktor kesejahteraan aparat yang kurang, jadi sangat mudah untuk dipengaruhi dengan suap, karena para pelaku pengedar sangat mudah untuk memperoleh “uang yang banyak dari keuntungannya” yang penting bisa lolos dan masuk ke Indonesia dan bisa dengan mudah mengedarkan (ada oknum aparat yang meloloskan dari luar negeri, menjadi backing, kurang pengawasan yang serius). Masyarakat bertanggung jawab memonitor dan memantau bila tahu ada oknum aparat yang membekingi narkoba segera menginformasikan atau melaporkan pada pihak yang berwajib, mari kita selamatkan bangsa ini dari teror narkoba dengan segera melaporkan. Yang Ketiga, tempat tempat tertentu seperti tempat hiburan (diskotiq, karaoke, salon yang dijadikan karaoke), hotel, tempat wisata dan tempat tempat kost/kontrakan yang sering digunakan untuk peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba serta pembuatan narkoba. Untuk pemilik usaha ini harus lebih waspada, orang tua, ketua rukun tetangga, rukun kampung, kepaladesa/lurah dan seluruh aparat yang terkait secara rutin untuk mengecek/insidentil saling mengingatkan serta memonitor/memantau. Bila menemukan/mengetahui segera lapor keaparat yang berwenang dan bila tempat tempat hiburan, hotel yang sekali atau tiga kali terungkap adanya peredaran narkoba dan tempat penyalahgunaan narkoba ijinnya segera dipertimbangkan, karena tempat ini merupakan yang memberikan sarana untuk menghancurkan bangsa/ generasi penerus bangsa, pelakunya segera diproses (60 persen peredaran narkoba di tempat hiburan). Pemerintah harus tegas dan bersama-sama TNI, Polri, seluruh instansi pemerintah sesuai Inpres Nomor 12 Tahun 2011, serta masyarakat untuk melakukan (P4GN) pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba. Yang keempat, penyalahgunaan narkoba kebanyakan usia produktif (usia 13 tahun sampai dengan 35 tahun), peran orang tua, pendidik/guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh pemuda diharapkan untuk selalu mengingatkan secara rutin tentang penyalahgunaan ini melanggar aturan agama, aturan adat, aturan hukum dan dampaknya dapat mengakibatkan kematian, menjadi gila, menjadi sakit, masuk kepenjara/hukuman mati, membuat malu keluarga, terkena HIV/AIDS, menjadi penjahat bila sudah kecanduan karena tidak punya uang untuk membeli, dan bila tertangkap ada kemungkinan dihakimi masyarakat, mempengaruhi segala sendi kehidupan IPOLEKSOSBUDHANKAM AGAMA. Peran orang tua, kepala desa/lurah (ketua rukun tetangga/ketua rukun warga), tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya/tokoh pemuda,sangat diharapkan. Yang kelima, bila ada oknum aparat yang terlibat atasannya jangan melindungi harus menindak dengan tegas dan dipecat sesuai dengan hukum yang berlaku begitu juga bila ada atasannya yang terlibat dan membekingi laporkan persurat/melalui surat atau sms keatasannya yang lebih tinggi atau aparat yang berwenang dan bila masyarakat mengetahui oknum aparat yang membekingi atau menggunakan narkoba di hotel, tempat hiburan segera dicatat identitas yang bersangkutan disaksikan pemilik hotel, manager, satpam dan di foto/dengan handphone atau direkam dengan CCTV segera melaporkan keatasannya. Yang keenam, pengusaha jasa titipan kilat harus tahu siapa yang mengirim kan barang dengan mencatat identitas yang jelas dan memasang CCTV agar setiap pengirim barang dapat terekam di CCTV (dengan tidak menggunakan topi, helm dan tidak tersamar/penyamar lainnya), begitu juga pengusaha transportasi laut atau udara setiap barang dan orang yang masuk pesawat/kapal laut harus identitasnya pasti dan jelas dapat terekam di CCTV dan X-ray bila di Bandara dan pelabuhan laut secara teliti, serta pengawasan oleh aparat yang berwenang. Yang ketujuh Tentang obat obatan yang mengandung narkoba beredar dipasaran dan yang digunakan untuk keperluan kesehatan oleh atasannya selalu di cek keluar masuk nya setiap saat secara rutin dan instansi yang berwenang selalu memprogram pengawasan dalam kegiatan rutin bulanannya. Yang kedelapan, bila di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) yang sangat mungkin terjadi peredaran narkoba di dalam Lapas, yaitu karena pengguna narkoba tidak bisa langsung berhenti setelah ketangkap mereka selalu ingin menggunakan kembali, dengan usaha, upaya melalui rekannya yang ada diluar atau kaki tangan/agennya bila dia bandar/pengedar dan bila bergabung antara bandar dan pengguna ada dalam satu ruangan ya bisa melaksanakan transaksi dan dibantu oleh oknum yang pengguna narkoba atau yang mencari tambahan uang. Mengantisipasinya, dengan cara, aparatnya tidak kolusi, pengecekan kiriman makanan/minuman harus teliti oleh petugas yang sangat bertanggung jawab, jangan oleh Napi, HandPhone tidak boleh ada di dalam Lapas karena dapat mengendalikan peredaran Narkoba di dalam Lapas ataupun diluar Lapas, jangan ada Napi yang boleh keluar masuk Lapas/diberi ijin keluar Lapas, pagar harus lebih tinggi karena Narkoba dapat dilempar dari luar pagar dan harus sering di patroli, waktu menjenguk dibatasi dua minggu sekali atau seminggu sekali dan yang menjenguk harus digeledah, tempat menjenguk dipasang CCTV yang bisa merekam,dimasing masing ruangan atau dibatasi dengan kaca dan dipintu keluar masuk dipasang CCTV, ada alat gamer telepon, ada anggaran untuk pengecekan Narkoba bagi Napi dan petugas , kegiatan inteljen yang nyusup menjadi napi untuk memantau para napi dan lainnya, jangan ada hewan peliharaan yang masuk kedalam Lapas, antara lain kucing dan burung merpati karena dapat dijadikan kurir/membawa narkoba masuk kedalam Lapas, rekanan Lapas baik itu yang mengurus makanan, instalasi listrik, PDAM/air minum, perawatan gedung harus digeledah atau disteril dulu ,khusus yang mengurus makanan dan minuman bila perlu jangan sampai bisa dekat dan berkomunikasi dengan Napi, masyarakat sekitar Lapas/LSM memantau/monitor keluar masuknya orang ke Lapas karena pernah ketangkap napi keluar Lapas untuk melaksanakan kegiatan tindak pidana diluar Lapas, baik itu kriminal atau mengedarkan narkoba secara rutin. Yang kesembilan organisasi yang menangani khusus Narkoba dipenuhi dan dicukupi Man, Money, matrial,Methode agar memerangi narkoba tidak menghayal dan optimal, seperti seriusnya menangani Terorist, flu burung, dan demam berdarah padahal korban Narkoba sangat banyak sehari meninggal dunia = 51 orang data tahun 2008. Perjuangan bangsa kita setelah merdeka adalah mempersiapkan generasi penerusnya menjadi pandai, cerdas, terampil, jujur, berakhlak, beradab, berani berbuat yang benar, dan bertakwa, untuk mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, menjaga kedaulatan NKRI, mewujudkan cita-cita bangsa dengan mengabdi kepada bangsa dan negara dengan harapan negara menjadi maju, rakyat nya adil dan makmur serta aman dan sentosa. Dengan bersama sama melaksanakan P4GN dengan serius dan ikhlas. Untuk yang berkecimpung mencari keuntungan, kegiatan teror dengan narkoba, kegiatan politik dan lainnya, yang disengaja serta mengakibatkan hancurnya generasi penerus dan matinya orang lain (yang sebenarnya adalah saudaranya sendiri satu turunan Nabi Adam dan Siti Hawa yang menjadi korbannya). Yang diamanatkan dalam Agama Islam : bacalah Al Qur`an, Surat Al Maidah, ayat 32 (bacalah tafsirnya agar kita tahu sangsinya dan tidak menjadi teroris, baik menggunakan bom, narkoba, senjata api dan teror teror lainnya, begitu juga hasil jual narkoba untuk melakukan teror). Mungkin kita tidak tahu sangsinya, atau selama ini mungkin semua kegiatan yang dilakukan untuk mencari kenikmatan dunia ini saja dianggap benar atau biasa biasa saja dan lupa sesuai Surat Al Baqarah, ayat 11 dan 12. Dikira membangun dunia padahal malah merusak dunia dengan KKN. Serta untuk kerukunan dan kedamaian umat beragama bacalah Surat Al Qafirun, karena Islam itu indah dan agama yang Rahkmatan Lil Alamin. Bukan untuk bunuh diri dan membunuh saudaranya sendiri dengan menjadi teroris, (bom bunuh diri) perbuatan ini dosa dan sangsinya ada pada Surat Al Maidah, ayat 32. Untuk yang menyangkut narkoba yaitu Surat Almaidah Ayat 90 dan 91. Yang untuk Agama Kristen Protestan dan Khatolik. Surat Ayub 5:17, Amsal 6:23, dan 29:15, Yohanes 15:9-17 serta Kisah 2:41-47. Yang untuk Agama Hindu : Slokantara, Sloka 16 dan Kitab Suci Atharwa Weda XX 81.1 Yang Untuk agama Budha : Pengenalan dan Intervensi dini, membentengi diri dengan keterampilan psikososial, melakukan penanggulangan. Maaf bila tulisan ini ada penekanan karena harapannya sangatlah besar peran dari seluruh komponen bangsa Indonesia, untuk antisipasi narkoba melalui P4GN dan antisipasi kegiatan teroris. 
Penulis : Kombes Pol Drs Mohammad Yamin Sumitra, Kepala BNNP Jambi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn