Jumat, 28 September 2012

INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015 DAPAT DIWUJUDKAN DENGAN KEIMANAN, KETAQWAAN DAN AHLAK.

Ancaman Narkoba di Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat besar , hasil penelitian Lembaga Penelitian Universitas Indonesia dengan BNN tahun 2008 , korban meninggal dunia sehari rata-rata sebanyak 51 orang, dan akan menghancurkan generasi penerus bangsa serta akan mempengaruhi segala sendi kehidupan yaitu ideolegi, sosial, politik, ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan, agama,kesehatan dll.

Dengan korban sebanyak ini kita sebagai bangsa yang berketuhanan yang maha esa, memiliki wawasan kebangsaan yang harus selalu berfikir utuh untuk kepentingan bangsa dan kepentingan nasional serta ikut menjaga ketertiban dunia.

Maka kita sebagai bangsa Indonesia Yang sangat relligius, berbudaya dan beradab harus terpanggil untuk mencegah, memberantas, penyalahgunaan dan peredaran Narkotika.



Dengan keimanan, ketaqwaan , ahlak untuk melaksanakan amanahnya masing -masing , jauhi kepentingan pribadi dan kelompok dalam melaksanakan kepentingan ekonomi serta kepentingan politik dengan alasan apapun.

Karena masyarakat sudah banyak yang tahu mengapa Narkoba ini semarak dengan beberapa alasannya . 

Pedomani segala sikap, tindak tanduk ,perbuatan, perilaku, pembicaraan dengan ketentuan agama dan ketentuan didunia ( Indonesia ) yang telah dibuat yang sangat baik ini diantaranya Pancasila, UUD 1945, UU, PP, Kepres, Inpres , maupun yang tidak tertulis dll.

Mari kita untuk merubah kedepan untuk lebih baik, masa Reformasi sudah lama dilaksanakan dengan masing-masing Reformasinya, diantaranya Reformasi Birokrasi Pemerintahan yaitu untuk menjadikan Pemerintahan yang bersih dan meningkatkan pelayanan dalam rangka menuju cita cita bangsa yaitu rakyat yang bersatu ,adil , makmur, bila kita mempedomani di bawah ini dengan baik.

Keimanan

Iman secara etimologi : “at-Tashdiq” (pembenaran). Akar katanya : “amina – yu’manu – amanan” (percaya). Iman secara terminologi : Keyakinan bulat yang dibenarkan oleh hati, diikrarkan oleh lidah dan dimanifestasikan dalam amalan dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan mengenai doktrin yang datang dari Allah dan Rasulullah SAW.

Iman yang dimaknai dengan arti “percaya”, tidaklah salah. Pemberian arti “percaya” kepada iman itu tidaklah salah, tetapi tidak mencakup keseluruhan maknanya. Karena itu, iman yang membawa rasa aman dan membuat orang mempunyai “amanat” lebih baik dari pada hanya sekedar “percaya” akan adanya Allah. 

Keterkaitan Keimanan dengan aktivitas
Untuk menjadi seorang muslim yang sejati, diperlukan tiga hal:
1.Kepercayaan
2.Perbuatan
3.Kesadaran

Kepercayaan kepada Allah dan Rasulnya, perbuatan yang sesuai dengan kepercayaan, dan kesadaran akan hubungan dengan Allah sebagai buah dari perbuatan dan kepatuhan.

Keimanan Yang memotivasi kehidupan
Paling tidak ada empat ciri yang dapat diamati dari keimanan yang berfungsi sebagai motivasi ke arah dinamika dan kreativitas:
1.Keimanan yang telah dapat mengembangkan sifat positif dan menekan sikap negatif dari manusia 2.Keimanan yang telah mempunyai daya tahan terhadap guncangan perubahan
3.Keimanan yang menjadi penggerak pandangan positif terhadap dunia, etos kerja, etos ekonomi dan etos ilmu pengetahuan
4.Keimanan yang telah berfungsi sebagai pengendali keseimbangan.

Taqwa

At-taqwa maknanya al-hadzr yaitu waspada. Kalau dikatakan anda bertakwa kepada sesuatu, maka artinya waspada dan berhati-hati terhadapnya.

Pada prinsipnya ketakwaan seorang adalah apabila ia menjadikan suatu pelindung antara dirinya dengan apa yang ia takuti. Maka ketakwaan seorang hamba kepada Rabbnya adalah apabila ia menjadikan antara dirinya dan apa yang ia takuti dari Rabb (berupa kemarahan, siksa, murka) suatu penjagaan/pelindung darinya. Yaitu dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Maka tampak jelas, bahwa hakikat takwa adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Thalq bin Hubaib, “Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan nur (petunjuk) dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya. Dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya." 

Pentingnya Taqwa

Merupakan Wasiat Allah kepada Umat Terdahulu dan Umat Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala,

“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. 4:131)

Ini merupakan wasiat yang amat agung kepada umat terdahulu dan yang datang kemudian, yaitu berupa ketakwaan yang di dalamnya mencakup perintah dan larangan, penerapan syari’at dan hukum serta balasan pahala bagi orang yang mau menegakkannya dan ancaman siksa bagi orang yang menyia-nyiakannya.

Akhlak

Dalam kamus besar bahasa indonesia kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti; kelakuan. Sebenarnya kata akhlak berasal dari bahasa Arab, dan jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti perangai, tabiat . Sedang arti akhlak secara istilah sebagai berikut; Ibnu Miskawaih (w. 421 H/1030 M) mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sementara itu, Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gamblang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Macam-macam akhlak
1.Akhlak terhadap diri sendiri
2.Akhlak terhadap keluarga (Orang tua, akhlak terhadap adik/kakak)
3.Akhlak terhadap teman/sahabat, teman sebaya
4.Akhlak terhadap guru
5.Akhlak terhadap orang yang lebih muda dan lebih tua
6.Akhlak terhadap lingkungan hidup/linkungan sekitar.

Dan inti dari berkakhlak tersebut diatas intinya adalah berakhlak baik kepada Allah SWT. Karena Allah SWT telah menjadikan diri dan lingkungan sekitar dengan lengkap dan sempurna.

Tugas Manusia/Tindakan Manusia

Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan utama penciptaannya adalah untuk beribadah. Ibadah dalam pengertian secara umum yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Manusia diperintahkan-Nya untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan semua yang ada untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Dan Allah SWT sangat membenci manusia yang melakukan tindakan merusak yang ada. Maka karena Allah SWT membenci tindakan yang merusak maka orang yang cerdas akan meninggalkan perbuatan itu, dia sadar bahwa jika melakukan per buatan terlarang akan berakibat pada kesengsaraan hidup di dunia dan terlebih-lebih lagi di akhirat kelak, sebagai tempat hidup yang sebenarnya. Maka intinya manusia harus berakhlak yang mulia.

Indonesia dapat bebas Narkoba 2015 dan seterusnya serta majunya bangsa ini untuk segera mencapai cita citanya dengan meningkatkan keimanan, ketakwaan serta ahlak yang baik/mulia’

Dengan ini semua kita akan sadar akan ada hari pembalasan diakhirat kelak apapun yang kita lakukan didunia.

PENULIS KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAMBI
DRS. MOHAMMAD YAMIN SUMITRA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn