Senin, 29 Oktober 2012

HARI RAYA IEDUL ADHA/ HARI RAYA QURBAN DAN PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA SANGATLAH TEPAT UNTUK MEMBANGUN BANGSA LEBIH MAJU DAN BERSATU , UNTUK MENCAPAI TUJUAN BANGSA DAN BEBAS DARI PENYALAHGUNAAN SERTA PEREDARAN GELAP NARKOBA.

Hari Raya Iedul Adha / Hari Raya Qurban merupakan suatu kejadian yang sangat hebat, istimewa dan sangat besar dari rasa taqwa umat manusia kepada sang khaliknya/ penciptanya/ Tuhannya/ Allah, dengan sangat taat dan ikhlas menjalankan perintahnya untuk menyembelih seorang putranya yang sangat disayanginya yaitu Nabi Ismail AS oleh seorang bapaknya yaitu Nabi Ibrahim AS, keduanya dengan taat dan ikhlas karena sangat bertaqwanya, sehingga Allah menggantinya dengan seekor domba. 


Dimana Hari Raya Iedul Adha tidak terlepas dari Qurban dan Haji. 

Qurban pada kegiatan Hari Raya Iedul Adha yaitu dengan memberikan korban seekor atau lebih sesuai kemampuan, baik kambing,domba, sapi, kerbau, unta dengan rasa ketaatan dan keikhlasan,untuk mendekatkan diri kepada khaliknya/ Allah, meningkatkan rasa sosial kepada sesamanya, rasa bersyukur, menghilangkan sifat kebinatangan, qurban juga ada kegiatan Ritual, budaya, dan ekonomi, uang untuk beli hewan qurbannya harus dengan uang halal. 

Haji merupakan rukun Islam yang kelima dilaksanakan bagi yang mampu, haji juga dilaksanakan harus dipersiapkan karena menggunakan waktu yang cukup lama, perlu tenaga, perlu dana yang banyak, karena pelaksanaan haji dilaksanakan oleh orang yang mampu terutama dananya harus dari dana yang dihasilkan dari dana halal, bukan dana haram ( hasil KKN, hasil penyimpangang, hasil kejahatan ) ,karena kalau dananya dari dana haram akan sia-sia hajinya hanya membuang tenaga /capai, membuang waktu yang lama, membuang uang yang banyak saja. 

Apakah kita semua bangsa Indonesia sebagai umat beragama (umat Islam) mau berkorban setiap tahunnya dengan memberikan seekor atau lebih baik domba/ kambing/ lembu/sapi,kerbau, bagi yang mampu, sebagai rasa taqwanya kepada Allah. 

Apakah juga mau sebagai umat yang beragama , mau berbuat yang terbaik dan berkorban untuk meninggalkan perbuatan yang kurang baik , menghilangkan sifat kebinatangan , walaupun itu sistem yang turun temurun yang selama ini dipertahankan yang menyengsarakan rakyatnya / bangsanya, suatu contoh Korupsi, Kolusi ,Nepotisme,penyimpangan pengelolaan sumber daya alam yang sangat banyak dan kaya raya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini. 

Sekarang sudah masa Reformasi yang harus sudah berubah lebih baik dari yang sebelumnya, zaman sudah harus berubah lebih baik lagi, apalagi pemerintah sudah berbuat yang terbaik dengan Reformasi Birokrasi Pemerintahan yaitu pemerintahan yang bersih dan meningkatkan pelayanan, karena rakyatnya sudah pintar, cerdas, kritis, demokrasi sangat tinggi ,sudah mendatakan setiap permasalahan walau muncul kegiatan yang negatif hanya sekejap di mesmedia ditutup- tutupi tapi para pengamat sudah mencatat . 

Janganlah mengumpulkan harta yang haram ( hasil KKN, penyimpangan hasil sumber daya alam, dan kejahatan lainnya ) , karena bila harta dimakan/ digunakan anak dan cucu sampai tujuh turunan tidak habis maka ketujuh turunan ini akan masuk neraka semua, berarti kita tidak sayang pada anak cucu dan keturunan kita karena keserakahan kita. 

Bangsa Indonesia sangatlah sempurna dengan memiliki pedoman hidupnya/ falsafah hidupnya yaitu Pancasila, bila ini dilaksanakan/ diamalkan dengan baik, begitu juga pemerintahnya ada eksekutif, legislatif, yudikatif ( ada yang menjalankan pemerintahan, ada yang mengawasi pemerintahan, ada yang menegakan hukum bila ada yang melanggar ). 

Dalam menjalankan pemerintahan ada lembaga kementrian, non kementrian yang akan menangani segala permasalahan dibidangnya masing masing, Indonesia adalah negara hukum berarti hukum adalah panglimanya, begitu juga ada Menteri yang menangani hukum dan Hak Azasi Manusia, berarti hukum akan berlaku adil untuk semua warga negara Indonesia tidak ada yang dibeda bedakan , begitu juga dalam peradilannya bagi siapa saja yang melakukan kejahatan tindak pidana akan berlaku sama , agar bangsa ini lebih tertib lebih aman, damai dan meningkatnya hak azasi manusia. 

Sesuai Reformasi Birokrasi Pemerintahan yang bersih, berati harus terbuka,transparan, akuntabel, profesional, proporsional, agar meningkat pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat tahu apa yang dilakukan / diperbuat oleh pemerintahnya. 

Indonesia memiliki lembaga penelitian (LIPI) sangatlah sempurna bila lembaga ini diberdayagunakan dengan baik , jujur dan transparan , untuk meneliti permasalahan permasalahan yang terjadi di Indonesia, untuk meneleliti dengan benar mengapa Indonesia ini yang sangat banyak sumber daya alamnya , yang sudah banyak berproduksi , hasilnya kurang banyak mendukung untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya/ bangsanya, ada lembaga yang menangani kimia, laboratorium, tera/ukuran, ombusmen, KPK , BPK mes media ini , bisa diberdayagunakan untuk mendukung penellitian (LIPI) dalam keterbukaan pengolahan sumber daya alam di Indonesia. 

Juga dalam meneliti permasalahan permasalahan yang lain,seperti permasalahan sosial, hukum, politik, ekonomi, idiologi,pertahanan,keamanan,konflik,dll. 

Disinilah kita harus berkorban untuk mau bekerja dengan baik , berat, jujur,dan meninggalkan yang kurang baik , mumpung ada beberapa kejadian pencurian minyak mentah , kita seluruh aparat pemerintah baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif mau turun untuk mengetahui produksi migas yang dicuri oleh pencuri- pencuri minyak mentah dan harus tahu dari sumber keluarnya yang pertama dari tanahnya yang sebenarnya berapa dan pendistribusianya, jangan hanya menerima laporan tertulis saja . 

Juga dengan pelaku pengedar Narkoba di hari Raya Qurban, mau menghentikan mengedarkan Narkoba ini karena dampaknya sangat merugikan dan menyengsarakan rakyat Indonesia, baik itu yang berkepentingan dengan kepentingan ekonomi, dan kepentingan politik, jangan takut menghukum yang berat agar ada rasa jera bagi pelaku pengedar atau pembuat atau ada rasa takut kepada pengedar / pembuat Narkoba membocorkannya baik itu karena menyuap atau membeli darinya dalam kegiatan politiknya. 

Sejak tahun 1908 Budi Utomo dan Tanggal 28 Oktober 1928 hari Sumpah Pemuda ,seluruh pemuda Indonesia bersatu dan bersumpah mengakui bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia, disinilah awal dari seluruh bangsa Indonesia berikrar untuk memerdekakan bangsanya dari penjajah , karena sebelum merdeka musuhnya penjajah tapi setelah merdeka musuhnya Narkoba, Korupsi ,Kolusi, Nepotisme, budaya asing yang tidak cocok dengan budaya Indonesia, kebodohan, kemiskinan, rendahnya/ pelanggaran HAM, rendahnya Demokrasi, ketidak adilan, karena  bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan relligius , berbudaya dan beradab. 

Dari semangat perjuangan ini bila digabungkan dengan semangat ketaqwaan kurban , maka bangsa Indonesia akan segera mencapai cita cita nya dan terbebasnya dari ancaman Narkoba ,karena Narkoba telah memakan korban yang sangat banyak dan sangat menyengsarakan rakyat Indonesia serta membuat rakyat tidak sejahtera baik moril atau materil, penyalahguna ada 3.500.000 orang, meninggal dunia rata rata sehari sebanyak = 51 orang , yang di penjara , yang gila, yang di Rumah Sakit, Rumah Sakit jiwa , yang di tempat tempat rehab, terkena HIV/AIDS, keluarga yang stress, yang menjadi pelaku kriminal, yang menabrak –nabrak dijalan dan memakan korban meninggal dunia (contoh : Apriani, Novi,) dll. 
Kita  sebagai bangsa Indonesia yang cerdas,pandai, relligius, berbudaya, beradab mari kita pilah pilahkan permasalahan dan mana yang harus ditangani secara serius, didahulukan, dan diprioritaskan dilihat dari data , fakta  yang ada terutama dari jumlah korban serta dampak menghancurkan bangsa Indonesia dan Dunia. 
Mari bersatu, mari meningkatkan ketaqwaan, mari berkorban untuk bersama sama berjuang untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman Narkoba serta mencapai rakyat yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Karena Narkoba akan mengancam kesegala sendi kehidupan baik itu Ideologi, politik, ekonomi,sosial, budaya, pertahanan, keamanan, agama, kesehatan dll, sehingga sangat mengganggu disegala bidang kemajuan pembangunan nasional, menghancurkan bangsa.

Jambi, 25 Oktober 2012
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol M. Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn