Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan menjelang hari raya Qurban ( Idul Adha 1433 ), Untuk Indonesia Terbebas dari ancaman Narkoba 2015 dan seterusnya

Riwayat atau sejarah hari raya Qurban ( Idul Adha ) dengan keyakinan dan ketaqwaan seorang hamba yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS, dengan ketaqwaan bapak dan putranya rela mengorbankan nyawanya / jiwanya dan raganya untuk melaksanakan Perintah Allah SWT , ( Bapaknya menyembelih putranya, dan putranya rela, pasrah dan ikhlas untuk disembelih ). Dengan ketaqwaan dan keiklasan ini, maka dengan kebesaran dan kekuasaan serta Kunfayakun kalau Allah berkehendak” jadilah maka jadi apa yang dikehendaki “ 
Dengan kejadian itu maka umat sesudahnya, agar rela berkurban,pada Hari Raya Qurban ( Idul Adha ) bila bagi yang mampu tidak mau berkurban maka dilarang mendekati tempat ibadah ( mesjid ),ancaman ini sangatlah berat . 
Jika kita ketahui tujuan hidup umat manusia ( seorang manusia ) adalah bahagia didunia dan akhirat, berarti harus ada keseimbangan bahagia untuk didunia dan harus mempersiapan untuk kebahagiaan di akhirat nanti. 
Bila ditinjau dari keutamaan manusia dimata Allah SWT adalah orang yang paling bertaqwa. 
Maka kekayaan, pangkat,jabatan jangan dijadikan untuk penilaian bahwa orang kaya, berpangkat, dan jabatannya tinggi adalah orang yang paling hebat,atau lebih dari yang lainnya. 
Karena dimata Tuhan orang yang paling hebat dan paling utama adalah orang yang paling bertaqwa. 
Untuk itu kita harus ingat keseimbangan untuk bahagia didunia dan akhirat yaitu ( Tujuan Hidup Manusia ) Kekayaan, pangkat, jabatan yang paling tinggi untuk kebahagian didunia dan titipan atau amanah dari Allah itu agar jangan disalahgunakan, tapi harus dipertanggung jawabkan untuk dipersiapkan dalam rangka mencapai kebahagiaan dihari akhirat nanti. 


Dengan cara berani menegakan kebenaran dan kejujuran,serta iklas dalam berbuat dan memberikan sesuatu laksanakan amanah yang diembankan dengan baik,dan korbankan kegiatan KKN,penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan, hilangkan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok, demi bangsa dan negara yang kita cintai yaitu Indonesia yang kaya raya sumber daya alam dan sumber daya manusianya ulasan diatas bila dikaitkan dengan peredaran gelap narkoba di Indonesia yang sangat banyak korbannya yaitu data hasil penelitian Universitas Indonesia dan BNN, tahun 2008, meninggal dunia rata- rata sehari akibat narkoba = 51 orang ,dan penyalahguna = 3,5 juta orang seluruh indonesia. 
Dimana peredaran narkoba itu ada dua kepentingan, yaitu kepentingan ekonomi dan kepentingan politik. 
Harapannya dalam renungan menjelang Hari Raya kurban ini, orang atau kelompok yang mengedarkan narkoba mau mengorbankan dengan meninggalkan menjadi pengedar narkoba demi kebaikan orang banyak atau kebaikan untuk bangsa Indonesia. 
Karena indonesia mau terbebas dari ancaman narkoba dan kemajuan disegala bidang dan terciptanya rakyat adil dan makmur,hanya dari perubahan akhlak yang baik dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT saja karena upaya usaha secara fisik dan non fisik, pedoman dan aturan sudah banyak dan sangat baik serta sangat sempurna dari mulai kitab suci Alqur’an, Kitab Injil,Kitap Weda , Tripitaka dll,Pancasila , UUD 1945, UU,PP,INPRES,KEPRES dll, dan ketentuan tidak tertulis. 

Mari kita semua berkorban untuk bangsa ini dalam rangka Pencegahan , Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN ),dengan kegiatan Pencegahan ,Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi dan Pemberantasan narkoba. 

Kita semua harus terus berjuang dan tidak putus asa walau dengan keterbatasannya,untuk menyelamatkan bangsa dan anak cucu kita kedepan. Majulah dan sejahteralah bangsa ku dengan terbebasnya dari ancaman Narkoba. 

12 Oktober 2012 
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi 
Mohamad yamin s

1 komentar:

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn