Selasa, 06 November 2012

MASA REFORMASI SUDAH CUKUP LAMA PEMERINTAH SUDAH SANGAT BAIK DALAM MENGHADAPI MASA REFORMASI INI , DENGAN MEMBUAT PEDOMAN YAITU REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAHAN.

Pemerintah telah berbuat lebih baik untuk bangsanya , dengan telah membuat pedomannya dalam masa reformasi pada tahun 1998 yaitu Reformasi Birokrasi Pemerintahan , yang isinya menjadikan pemerintahan yang bersih dan meningkatkan pelayanan. 

Bila ditinjau dari pemerintahan yang bersih dan meningkatkan pelayanan , sangatlah tepat dan baik sekali untuk melaksanakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahagunaan dan Peredaran gelap Narkotika ( P4GN ). 
Karena dilihat dari data korban dan dampaknya sangat banyak dan sangat besar terhadap kesengsaraan , penderitaan ,dan hancurnya bangsa Indonesia. 


Dilihat dari korban Penyalahguna Narkoba sebanyak = 3.300.000 orang se Indonesia, yang meninggal dunia rata rata sehari = 51 orang , di Provinsi Jambi penyalahguna = 50.420 orang ( th 2010 ) , yang terkena HIV/ AIDS = 613 orang ( th 2012) , yang masuk penjara = 1016 orang ( Oktober 2012) , yang sakit, yang sakit jiwa/gila rata rata satu tahun = 70s/d 100 orang , korban akibat kecelakaan lalu lintas ( contoh di Jakarta Apriani, Novi dll ), yang habis uangnya, rumahnya, mobilnya, gelang/kalung, tabungannya, yang bercerai ( korban/penyalahguna/pengguna Narkoba), yang janda, yang duda , yatim, piatu, yang menangis tiap hari karena keluarganya meninggal dunia, yang masuk penjara, yang sakit, yang gila ,stress, yang kelaparan karena yang cari nafkahnya dipenjara/ meninggal dunia akibat Narkoba sesuai jumlah diatas . 

Dampak kepada penyalahguna, keluarga/ lingkungan, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, Agama, Kesehatan, berkembangnya kegiatan Terorist, menghancurkan bangsa dan segala sendi kehidupan serta akan menghambat segala pembangunan. 

Dari pemerintahan yang bersih ,berarti tidak ada dusta diantara kita , suatu contoh missalnya yang satu memberantas Narkoba , ada yang lain menjual Narkoba atau menyimpangkan Narkoba dari peruntukannya , yang satu memberantas Narkoba yang satu membekingi penjual / pengedar/ bandar Narkoba, penyalahgunaan wewenang. 

Peningkatan pelayanan , berarti disini harus sudah menyiapkan tempat rehabilitasi sebanyak korban/ penyalahguna Narkoba yang ada ( 3.300.000 orang ) minimal dapat mengimbangi / dapat untuk mengatasi , yang menangani langsung dicukupi agar dapat maksimal melaksanakan tugasnya ( Man, Money, Material, Metode ), tidak hanya seperti formalitas ada organisasi yang menangani saja , atau organisasi yang menangani langsung dibuat maksimal dan solid karena menangani mafia nasional , mafia Internasional, menangani oknum. 

Ruang tahanan di lembaga permasyarakatan dibesarkan, karena sudah melewati kapasitas, uang makan tahanan harus dicukupi, hukuman yang membuat pelaku jera, pelaku tindak pidana harus berlaku sama baik hukumannya maupun peradilannya.


Perlu perhatian dan penanganan yang khusus , maksimal , optimal, diutamakan, diprioritaskan , bila dilihat dari banyaknya korban dan dampaknya yang sangat banyak serta besar. Kalau dibandingkan dengan korban, kecelakaan lalu lintas, terorist, demam berdarah, flu burung, korban Narkoba lebih banyak , dampaknya, ancamannya , dan menghancurkan bangsa. Reformasi perlu keberanian untuk merubah , budaya atau sistem yang kurang baik, menjadi lebih baik, perlu kejujuran dan menghilangkan cipta kondisi / rekayasa rekayasa yang kurang baik untuk bangsa kedepan lebih baik dan cepat untuk mencapai tujuan bangsa yang bersatu ,berdaulat ,adil dan makmur. Bila Narkoba ini tidak ditangani dengan baik, serius, optimal dan maksimal maka tidak akan mencapai rakyat yang adil dan makmur , secara normal, baik atau cepat suatu cita-cita bangsa Indonesia.

Jambi, 6 November 2012
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn