Jumat, 19 April 2013

KEGIATAN POLITIK SUDAH MULAI DILAKSANAKAN MENJELANG PESTA DEMOKRASI 2014 YAITU PEMILU

Dari mulai sosialisasi Pemilu, pembinaan teknik untuk para Caleg dan kampanye Pilkada, sudah dilaksanakan agar semua ini disikapi dengan baik dan serius, agar Pemilu dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses. 

Begitu juga untuk para calon kepala Daerah, Capres, Caleg harus sudah mengetahui tentang bahaya Narkoba dan mempunyai pemikiran yang serius untuk menangani dan memberantas Narkoba. 

Karena korban sudah sangat banyak, pengguna/penyalahguna Narkoba seluruh Indonesia sudah sekitar = 4.000.000 orang, meninggal dunia sehari rata rata = 51 orang, yang terkena HIV/AID ,yang sakit, yang sakit jiwa, yang masuk penjara. 

Di Provinsi Jambi yang menggunakan/penyalahguna Narkoba sebanyak = 50.420 oang, yang sakit jiwa rata rata setahun sebanyak = 70 s/d 100 orang, belum lagi yang berobat dipondok Pesantren Al Baroah, Al Faqih, Al Khairat dll, yang masuk penjara sebanyak = 1063 (Pebruari 2013), yang terkena HIV/AIDS sebanyak = 786 orang (Desember 2012). 

Bila dijumlah seluruh korban/ penyalahguna, yang masuk penjara, yang meninggal dunia, yang sakit, maka banyak sekali rakyat Indonesia yang setiap hari bersedih, menangis, menderita dan kelaparan akibat Narkoba. 

Untuk itu bagi para calon pimpinan/ capres, calon kepala daerah, Caleg harus di test uji kelayakan, kompetensi, assesment sebagai pejabat publik , tentang semua bidang, baik tentang permasalahan/ pembangunan dibidang : Ideologi, sosial, politik,ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan,kesehatan, agama, wawasan nusantara, keluasan pengetahuannya, salah satunya yang sangat penting adalah pengetahuan dan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Narkoba serta didalam  visi dan missinya itu sendiri. 

Capres, Calon kepala daerah dan Caleg harus jeli dan cerdas apa ancaman, bahaya, bangsa Indonesia ini kedepan yaitu Narkoba, karena Narkoba akan membuat rakyat menderita, sengsara, dan akan mempengaruhi segala sendi kehidupan. 

Disini rakyat harus memilih Capres, Calon kepala daerah, dan Caleg yang tahu akan ancaman kedepan bagi bangsa Indonesia yang besar dan berat yaitu Narkoba, bila dalam penyampaian visi dan missinya dalam kampanye bagi Capres, calon kepala daerah dan Caleg tidak menyentuh masalah Narkoba ini dengan serius, maka jangan dipilih karena yang bersangkutan tidak tahu tentang ancaman  terbesar dan terberat yang akan dihadapi bangsanya kedepan, serta tidak sayang terhadap rakyatnya, tidak amanah dan tidak bertanggung jawab. 

Jambi, 19 April 2013 
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi 
KombesPol. Drs. Moh. Yamin Sumitra

1 komentar:

  1. yg lbh prah tidak hny masyrakat awam yg mngnakan narkotika, justru oknum PNS, angta dewan, bhkan pngak hukum jg byk mnggkan narkotika, sprti bru2 ini terjadi d Kab. Bungo seorg guru SD yg sehrusnya mnjd cntoh bgi pserta didik jstru kdpatan sdg mmbwa narkotika.
    tulisan ini sgt mmbantu msyrakat dlm mmlih clon pmmpin, tp jstru akn lbh baik dmuat di media masa dsluruh provinsi jambi sbg upaya kita dalm mncgah dan mngurangi pngguna narkotika mlalui pmmpin yg akan kita pilih.

    BalasHapus

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn