Senin, 13 Mei 2013

Akal jangan dikalahkan dengan nafsu, untuk menangkalnya yaitu dengan meningkatkan keimanan , ketaqwaan dan ahlak dengan selalu berpedoman kepada Al quran ( kitab suci ) serta mengamalkannya,untuk membangun bangsa dan mensejahterakan rakyatnya

Bila judul diatas digunakan untuk Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN ) , sangatlah tepat, karena Narkoba digunakan oleh dua kepentingan, yang pertama kepentingan ekonomi , dan yang kedua kepentingan politik, dari dua kepentingan ini biasanya membuat manusia yang berkecimpung dengan ini bisa melupakan keimanan dan ketaqwaan serta akan menjauh dari Allah, karena setelah menggunakan Narkoba akan membuat orang tidak sadar dan melaksanakan tindakan kriminal. 

Manusia yang menggunakan Narkoba untuk dua kepentingan ( ekonomi dan politik ),biasanya yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana mendapat duit yang banyak untuk dirinya sendiri atau kelompoknya sendiri dan dengan duit yang banyak ini untuk mendapatkan kekuasaan / jabatan, tidak memikirkan penderitaan rakyatnya/ bangsanya dan tidak akan berpikir akan menghancurkan bangsanya yang sangat dahsyat serta menghancurkan dunia. 

Walaupun sudah ada pedoman yang melarang, mengatur , mengancam, memberi sangsi dan menginstrusikan untuk melaksanakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba ( P4GN ), yaitu kitab suci Al quran, Injil,Weda,Tri Pitaka , Pancasila, UUD 1945, UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, Inpres Nomor 12 tahun 2011, tetap dilanggar, diacuhkan dan tidak dilaksanakan dengan serius atau masih main main. 

Korban Narkoba banyak sekali penyalahguna sekitar = 3.800.000 s/d 4.000.000 orang se Indonesia,yang meninggal dunia sehari rata rata = 51 orang berarti setahun = 18.613 orang ( hasil penelitian Universitas Indonesia bersama BNN tahun 2008 dan tahun 2011 meninggal dunia rata rata sehari = 41 orang ), belum lagi yang masuk penjara, yang sakit, yang sakit jiwa, yang dipecat dari pekerjaan, yang gagal sekolah/ kuliah. 

Dari jumlah korban sebanyak ini bila dikali satu orang penyalahguna, yang meninggal dunia , yang masuk penjara, yang sakit/ sakit jiwa, dipecat dari pekerjaannya, yang gagal sekolah/ kuliah , bila satu orang ditangisi /bersedih / membuat menderita 4 orang saja ,berarti setiap hari yang menangis,bersedih, menderita sudah puluhan juta rakyat Indonesia menangis, bersedih bahkan kelaparan bila yang mencari nafkah meninggal dunia atau masuk penjara. 

Belum lagi dampak yang akan menghancurkan segala sendi kehidupan berbangsa yaitu : Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, Pertahanan, Keamanan, Kesehatan, Pendidikan, serta akan menghancurkan generasi penerus bangsa, calon calon pemimpin bangsa, akan menyengsarakan anak ,cucu kita semua. 

Seluruh komponen bangsa harus bertanggung jawab untuk melakukan P4GN , aparat pemerintah melaksanakan Inpres Nomor 12 tahun 2011 dan rakyat berperan serta sesuai UU Nomor 35 pasal 108, bukan hanya Polri dan BNN saja yang melaksanakan P4GN, karena Narkoba sudah masuk kesemua lini korban penyalahguna, baik itu TNI ,POLRI, PNS, Karyawan swasta, Mahasiswa/mahasiswi, Pelajar,pejabat, selibritis, masyarakat kota bahkan sudah masuk ke kampung/ desa. 

Aparat yang menangani Narkoba secara khusus bila serius ,maka harus dipenuhi atau dicukupi personilnya, sarana ,prasarananya serta anggarannya ,agar maximal melaksanakan P4GN, bila tidak dicukupi dan dipenuhi berarti penanganan terhadap Narkoba tidak serius, karena petugas khusus yang menangani Narkoba akan menghadapi mafia Internasional, mafia regional, mafia nasional,dan oknum,serta bandar yang memiliki senjata api. Karena bangsa Indonesia dan dunia sudah berperang menghadapi Narkoba ,jadi yang nangani harus kuat, banyak personilnya, banyak senjatanya, banyak anggarannya,kalau mau serius dan berpikir secara pandai ,cerdas dan serius. 

Untuk itu seluruh komponen bangsa harus bersatu dan bertanggung jawab untuk mencegah dan memberantas Narkoba, sejak Pemilu, Pilkada, pemilihan Calegnya, bila dalam kampanye atau penyampaian visi dan missinya bagi Capres, Calon kepala daerah, Caleg, tidak memikirkan mencegah atau memberantas Narkoba dengan serius maka jangan dipilih , karena yang barsangkutan tidak tahu ancaman kedepan bangsanya yang paling berat dan bahaya, serta tidak sayang kepada rakyatnya, serta tidak bertanggung jawab terhadap penderitaan rakyatnya. 

Apalagi yang menggunakan Narkoba untuk kepentingan ekonominya untuk mendukung keberhasilan kegiatan politiknya, begitu juga dalam mendapatkan kekuasaan politiknya menggunakan uang hasil menjual Narkoba, menggunakan politik uang ( money politic ), mengganti kertas suara yang dalam kotak suara yang untuk di Provinsi dan pusat karena belum dihitung di TPS atau kelicikan lainnya , bila menggunakan narkoba dan kelicikannya maka Allah tidak akan melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta akan banyak memberi musibah , kekacauan dan banyaknya permasalahan. Dengan mencegah kelicikan dan mencegah keborosan maka kotak nya untuk pemilu Presiden kotaknya satu saja ,kalaupun masih ada empat kotak semua kotak harus dihitung di TPS agar adanya transparan dan tidak diganti digudang ataupun di perjalanan. 

Oleh sebab itu akal jangan dikalahkan oleh nafsunya, bagi Capres, Calon kepala daerah,Caleg, ,yang akan memimpin, yang akan mengawasi jalannya pemerintahan, karena jaman sudah berubah / Reformasi, dengan kecerdasan rakyatnya untuk memilih calon pemimpinnya maka akan segera mencapai tujuan dan cita cita bangsa nya, dengan jujur,benar. 

Penulis Kepala Badan Narkotik Nasional Provinsi Jambi Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn