Jumat, 21 Juni 2013

Haddad Alwi - Marhaban Ya Ramadhan




BULAN RAMADHAN MERUPAKAN BULAN PENUH HIKMAH DAN BULAN PENUH PENGAMPUNAN, KITA SEMUA BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN HADIAH YANG PALING MULIA DARI ALLAH SWT  ADALAH SURGA.

Uraian diatas merupakan wacana dan renungan bagi kita semua untuk saling mengingatkan sesama saudaranya dan untuk kebaikan dimasa yang akan datang dan untuk anak cucu kita lebih baik, menjelang dan pada saat bulan Ramadhan. 

Berusahalah kita mendapat hadiah yang paling mulia yaitu surga, untuk mendapatkan ini kita harus berjuang dengan derita dan lara sejak awal kita harus berniat dengan baik, melaksanakan dengan baik dan amanah , tidak melakukan penyimpangan ,dari mulai masuk menjadi pegawai/ pekerja/karyawan/ karyawati , menjadi aparat eksekutif, aparat legislatif, aparat yudikatif, pengusaha dll, bila dari mulai masuk sudah membeli/ menyogok / menyuap ( untuk menjadi pegawai/ pekerja, untuk menjadi Presiden/ kepala daerah/ anggota legislatif untuk mendapatkan perahunya ) yang menyimpang dari ketentuan/ prosedur untuk mendapat pekerjaan dan jabatan itu , maka tinggal pikir sendiri apakah sejak saat mendapatkan pekerjaan/ jabatan itu gajih , tunjangan, insentif dll , halal atau tidak , atau dosanya yang akan menanggung kita sendiri atau yang menerima pembelian/ yang menerima sogokan / suap, begitu juga setelah bekerja dan berkarir untuk dapat jabatan tertentu, untuk naik golongan/untuk naik pangkat/ untuk sekolah karier menggunakan suap/ nyogok, apakah gaji/ penghasilan yang kita dapat halal atau tidak dan dosanya ditanggung oleh kita sendiri atau yang menerima suap. 

Kita harus berusaha dan merubah kedepan harus lebih baik dari pada sekarang, kita yang sekarang lagi memegang amanah apapun harus melaksanakan dengan baik ,jangan takut , harus profesional, proporsional, akuntabel , terbuka, transparan, bertanggung jawab kepada bangsa, negara dan Allah tidak menyimpang dari ketentuan, prosedur, bukan bertanggung jawab kepada orang perorangan/ kelompok. 

Hidup didunia ini hanya sekejap, kita akan mati contoh : kakek, nenek kita sudah meninggal dunia , ibu, bapak kita sudah ada yang meninggal, tidak lama lagi kita semua akan meninggal dunia dan selanjutnya keanak cucu kita akan mendapatkan kebagian meninggal dunia semua ,sampai hari khiamat, dan akan dihisab/ ditimbang amal dan dosanya yang baik mendapat surga dan yang tidak baik akan masuk Neraka yang panas apinya berkali lipat dari api yang ada didunia 

Agar kita masuk surga kita harus bertaqwa ( menjalankan perintah dan larangan Allah), contoh kita yang lagi memegang amanah , harus benar, jangan melakukan Korupsi, Kolusi,Nepotisme , menyimpangkan hasil Sumber Daya Alam , menyimpangkan pajak, menyakiti, membuat rakyat menderita, sengsara, diam / menutupi dan takut untuk membongkar / memproses pelanggaran/ kejahatan sesuai tugas peran dan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara. 

Agar kita masuk surga kita harus tahu sebab manusia masuk neraka yaitu ada 3 ( tiga ) pintu sebagi berikut : 1. Shubhat yaitu keraguan pada kebenaran agama Allah. 
2. Syahwat yaitu gejolak Nafsu. 
3. Amarah yaitu akan menimbulkan permusuhan. 

Sumber dari segala macam dosa dari 3 (tiga ) perkara adalah : 
1. Sombong yaitu sifat Iblis. 
2. Tamak contohnya Nabi Adam. AS keluar dari Surga. 
3. Dengki contohnya salah satu anak dari Nabi Adam AS membunuh saudaranya. 

Bila terbebas dari ketiga ini akan terlindung dari kejelekan : 
1 . Kekafiran dari kesombongan. 
2. Maksiat dari sifat tamak. 
3. Kezholiman ( melampaui batas ) dari sifat dengki 

Dari yang ditulis diatas bila dikaitkan dengan penyalahgunaan Narkoba, maka Narkoba bila disalahgunakan akan membuat kesadaran berkurang/ hilang sama sekali sehingga akan menjauhi ajaran agama atau tidak melaksanakan ajaran agama ( tidak shalat, tidak puasa, tidak menghormati,menghargai orang tua,tidak beradab , dll ) , akan timbul nafsu sex sehingga melakukan hubungan bebas, melakukan perzinahan,akan timbul ketagihan/ketergantungan ,sehingga akan mencari Narkoba bila punya uang akan beli ,bila uangnya habis akan mencari uang secara jalan pintas, menipu, mencuri, merampok, membunuh, menjual diri, menjadi pengedar Narkoba dll. 

Apalagi bila Narkoba digunakan untuk kepentingan ekonomi,pelakunya hanya memikirkan keuntungan yang beigtu besar sehingga pelakunya menjadi orang yang sangat sadis ,lebih sadis dari pada pelaku Teror (terorist), karena korbannya sangat banyak sehari meninggal dunia= 51 orang ,berarti setahun = 18.615 orang meninggal dunia ( data tahun 2008 hasil penelitian Universitas Indonesia dengan BNN), yang sakit ,sakit jiwa, yang masuk penjara dari tahun 2008 s/d 2012 = 186.088 orang , dan akan menghancurkan bangsanya dan generasi penerus. 

Begitu juga bila narkoba digunakan untuk kepentingan politik, dari keuntungan jual Narkoba digunakan untuk mendukung kegiatan politiknya, baik secara langsung ataupun tidak langsung Dibulan ramadhan yang penuh hikmah dan pengampunan , yang menyalahgunakan dan menggunakan narkoba sebagi kepentingan ekonomi dan politik , agar berhenti dan mencari hadiah yang sangat mulia yaitu surga. 

Jambi, 20 juni 2013
Kepala Badan Narkotik Nasional Provinsi Jambi. 
Moh Yamin S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn