Rabu, 05 Juni 2013

PEMBERANTASAN / ANTI KORUPSI DIMASUKAN DALAM MUATAN LOKAL KURIKULUM BARU 2013 SANGATLAH BAIK AGAR KEDEPAN MORAL PENERUS BANGSA TIDAK MAU DAN MALU MELAKSANAKAN KORUPSI, DAN SANGATLAH SEMPURNA JUGA BILA PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAA DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DIMASUKAN DALAM MUATAN LOKAL KURIKULUM BARU 2013.

Mengapa judul diatas ditulis karena Korupsi akan merugikan negara dan akan membuat rakyatnya miskin serta terhambatnya pembangunan negara, contoh berapa milliar atau trilliun kerugian negara yang telah diungkap oleh KPK , dengan adanya kegiatan dari KPK lebih baik mencegah korupsi dari pada menegakan hukum pelanggaran hukum korupsi, karena hasilnya yang terjaring hanya sedikit. 

Contoh bila ditinjau secara ekonomi : Korupsi yang besar seperti perkara Century, Hambalang wisma atlit, impor daging, penyimpangan pajak, pemimpin / kepala instansi. Kepala daerah, dll, bila dijumlah hanya berapa trilliun rupiah. 

Bila dibandingkan dengan kesia - siaan ekonomi yang dihamburkan dengan peredaran narkoba, bila dihitung dari jumlah penyalahguna narkoba se Indonesia sebanyak = 4.000.000 orang x Rp 1.000.000. x 12 bulan = Rp 48.000.000.000.000. 

Narkoba sebagai extra ordinary crime 
- Korbannya luas dan masif, setiap hari sekitar 50 orang meninggal dunia 
- Kerugiannya sangat besar. Kerugian per tahun sekitar rp. 50 trilyun (uang hasil penjualan narkoba, biaya rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, menurunnya kualitas sdm dengan kerusakan otak secara permanen, dll). - Merusak kesehatan(cacat permanen pd otak) dan masa depan generasi muda. 
- Pelakunya melibatkan jaringan yang luas, lintas negara, memiliki dana yang sangat besar. 
- Memerlukan penanganan secara khusus dan undang-undang khusus. 
- Ancaman serius terhadap keamanan (narcoterrorism). 

“Tidak ada satupun instansi/institusi/perusahaan yang bisa menyatakan bahwa institusi nya bersih dari narkoba atau kebal terhadap narkoba” 

Kejahatan Narkotika digolongkan sebagai Extra-ordinary International Organized Crime dengan jaringannya yang meng-global. 

Kejahatan Narkotika terjadi menembus batas-batas yurisdiksi suatu negara, tidak mengenal batas negara (borderless) sehingga karenanya kejahatan ini juga digolongkan sebagai Transnational Crime . 

Untuk memberantas Kejahatan Narkotika Masyarakat Internasional telah menyusun : 
“United Nation Convention Against the Illicit Traffick in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1988” sebagai Hukum Internasional Indonesia telah meratifikasi dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1997. 

Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika masih berlaku) telah disusun antara lain mengacu kepada UN Convention 1988, dengan penekanan pada : 
- Penghukuman badan yaitu pidana penjara yang keras terhadap pelaku tindak pidana Narkotika,Bersamaan dengan : 
- Penghukuman denda yang besar 
- Perampasan aset untuk negara yang bertujuan melumpuhkan kemampuan finansial pelaku bersama jaringan sindikatnya. 
• Uang Hasil TOC (narcotics, terrorism, arm smuggling, human trafficking dll) = US$ 125 M / tahun 
• Hasil Peredaran Gelap Narkoba = US$ 106,25 M / tahun (= 85% dari US$ 125 M / tahun) 

Kejahatan Narkoba adalah tulang punggung TOC : uang hasil kekerasan, konflik, korupsi dan adiksi. 

Biaya yang dikeluarkan untuk pemakaman/ selamatan keluarganya yang meninggal dunia akibat over dosis,sakit, bunuh diri pada tahun 2008 ,sehari meninggal dunia rata rata sehari 51 orang , berarti setahun = 51 x 365 = 18.615 orang x Rp 10.000.000. = Rp 186.150.000.000,

Biaya yang dikeluarkan untuk berobat sakit jiwa, HIV/AIDS, sakit fisik dirata - rata se Provinsi = 3000 orang x 33 provinsi x Rp 1.000.000,= Rp 99.000.000.000,- 

Biaya makan dan perawatan tahanan dan Narapidana perkara pidana Narkoba Negara mengeluarkan dana Rp. 8.000/1 orang 1 hari x jumlah tahanan/napi x 4 tahun ataupun 20 tahun, belum lagi untuk melaksanakan P4GN yang lainnya. 

Kasus Narkoba berdasarkan penggolongan jenis narkoba di Indonesia tahun 2008 s/d 2012 
- Narkotika 75.794 kasus 
- Psikotropika 22.943 kasus 
- Bahan Adiktif 44.442 kasus 
Jumlah 143.179 kasus

Tersangka Narkoba berdasarkan penggolongan narkoba di Indonesia tahun 2008 s/d 2012 
- Narkotika 101.071 orang 
- Psikotropoka 30.222 orang 
- Bahan Adiktif 54.795 orang 
Jumlah 186.088 orang 

Tersangka Narkoba berdasarkan latar belakang pendidikan di Indonesia tahun 2008 s/d 2012 
- SD 22.895 orang 
- SMP 46.230 orang 
- SMA 111.904 orang 
- PT 5.059 orang 
Jumlah 186.088 orang 

SIAPAKAH KORBAN NARKOBA? 
• PENYALAHGUNA NARKOBA KERUSAKAN OTAK PERMANEN, KUALITAS SDM MENURUN, WAKTU - KESEMPATAN HILANG, DLL 
• KELUARGA TENAGA, WAKTU, BIAYA, PIKIRAN, PERASAAN, DLL 
• MASYARAKAT NYAWA, MATERI, DLL. CONTOH KASUS APRIYANI. 

Untuk itu sangatlah penting pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dimasukkan dalam muatan lokal kurikulum baru 2013 ataupun pada tahun 2014, karena ancaman narkotika sangat membahayakan segala sendi kehidupan (IPOLEKSOSBUDHANKAM dan Agama) dan akan menghancurkan generasi penerus bangsa. 

Jambi, 5 Juni 2013 
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi 
Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn