Senin, 03 Juni 2013

PERINGATAN 105 TAHUN HARI KEBANGKITAN NASIONAL ( 20 Mei 1908 – 20 Mei 2013 ).

Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan kebangkitan para pejuang yang sangat religi dan sangat berbudaya sehingga dapat untuk bersatu, bersepakat serta timbulnya rasa patriotisme, Nasionalisme yang tinggi untuk berjuang memerdekakan bangsa Indonesia, dari penjajahan yang menindas bangsa Indonesia, menjadi miskin/kere, menderita, sengsara , mati dan teraniaya. 

Para pejuang yang sangat religi dan berbudaya ini, yang sangat semangat untuk bersatu, untuk berjuang memerdekakan bangsa ini, hanya dengan semangat religi dan berbudaya yang tinggi akan timbul keberanian, kebersamaan, patriotisme, nasionalisme. Karena dengan religi rasa ketaqwaan dan keimanan yang tinggi serta berbudaya, selalu berpikir yang baik dan berani menghancurkan kebatilan, kejahatan, kebohongan dan pembodohan. 


Para pejuang sebelum kemerdekaan musuhnya adalah penjajah, pejuang berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajah yang membuat bangsa Indonesia menjadi miskin/kere, menderita, sengsara, diadu domba, dibohongi, dibodohkan, mati dan teraniaya. 

Setelah merdeka bangsa Indonesia musuhnya adalah pelaku Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Penyimpang hasil Sumber Daya Alam (SDA), Penyimpangan Pajak, Mafia/Bandar Narkoba, Terorisme, disintegrasi bangsa. Karena dampak dari musuh bangsa Indonesia setelah merdeka, hampir sama dengan dampak dari penjajah yang sangat biadab itu. Karena bangsa Indonesia menjadi miskin/kere, menderita, sengsara, bodoh, diadudomba, mati dan teraniaya, akibat musuh setelah merdeka oleh pelaku KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), penyimpangan Sumber Daya Alam, Mafia /Bandar Narkoba, Terorisme, Disintegrasi Bangsa. 

Setelah tahu musuh bangsa Indonesia setelah merdeka, mari kita bersatu dan berdaulat untuk mencegah, memberantas, menanggulangi, secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa. Jangan mau kita dipecah belah, jangan mau kita diadu domba, jangan mau kita dibohongi, dibodohi, ditakut-takuti, timbulkan Jiwa Nasionalisme. 

Mari kita berubah untuk lebih baik demi bangsa ini, demi harapan pejuang kemerdekaan yang telah mendahului kita. Agar kita lebih meningkatkan ekonomi, moral, bahwa kita mampu karena Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia hebat-hebat, pintar-pintar, pandai-pandai. Cuma tidak diberi kesempatan dan didukung secara optimal, Sumber Daya Alam yang sangat banyak dan kaya raya, cuma belum dikelola secara jujur dan terbuka. 

Marilah kita menghargai pejuang kemerdekaan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya, khususnya pejuang dan Pahlawan asal Jambi yaitu terhadap perjuangan Pahlawan Nasional Sultan Thaha Syaifuddin, dan Pahlawan Daerah Jambi yaitu Raden Mattaher di Kota Jambi, dan Depati Parbo di Kerinci. 

Kembali kita harus mengingat harapan para pejuang yaitu rakyatnya adil dan sejahtera, jangan khianati perjuangan beliau- dan harapan beliau/ pejuang untuk mensejahterakan bangsanya dengan memberantas Narkoba dan kejujuran mengolah Sumber Daya Alam.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional....... JAYALAH NEGERIKU, JAYALAH BANGSAKU

Jambi, 3 Juni 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn