Senin, 22 Juli 2013

KONDISI DAN SITUASI INDONESIA SAAT INI DALAM MENGHADAPI ANCAMAN DAN BAHAYA NARKOBA TERHADAP BANGSA

Penyalahguna Narkoba di Indonesia sebanyak 4.000.000 orang , yang meninggal dunia sehari rata rata 51 orang hasil penelitian Universitas Indonesia tahun 2008 , berarti meninggal dunia setahun = 51 x 365 hari= 18.615 0rang , yang terkena HIV/AIDS ( data tahun 2010 = 33.364 ) , yang sakit , yang sakit jiwa dan yang masuk penjara ( yang masuk penjara se Indonesia Tahun 2007 = 36.434 , Tahun 2008 = 35.987, Tahun 2009 = 35.105, Tahun 2010 = 34.009 orang ), bangsa / rakyat ini sangat menderita dan sengsara.
Selain yang ditulis diatas yang membuat bangsa ini sengsara , menderita dan hancurnya masa depan bangsa ,juga akan berdampak terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta akan menghancurkan segala sendi dalam pembangunan yaitu Ideologi, Politik , Sosial, Budaya, Ekonomi, Pertahanan , Keamanan , Agama.
Karena Narkoba digunakan oleh dua kepentingan, yang pertama kepentingan ekonomi, dan yang kedua digunakan oleh kepentingan politik , karena dari kepentingan ekonomi yang untungnya sangat banyak dapat digunakan untuk memperlancar kegiatan politiknya , ataupun kepentingan kedua duanya.
Untuk mengantisipasi/ menangani  Narkoba dengan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotik ( P4GN) , Kegiatan ini  didukung dengan  Undang Undang  Nomor 35 Tahun 2009 , Inpres Nomor 12 Tahun 2011, Ingub dimasing masing Provinsi, dengan dukungan ini harapannya semua aparat pemerintah dan masyarakat ( Seluruh komponen bangsa ) melaksanakan dengan serius karena korbannya lebih banyak dari pada korban Terrorist, korban kecelakaan lalu lintas, flu burung, demam berdarah, termasuk korban perang yang paling besar dan paling berat setelah Indonesia merdeka yaitu 10 Nopember 1945.   
Strategi Nasional ada empat kegiatan yaitu : 1. Pencegahan, 2. Pemberdayaan Masyarakat, 3. Rehabilitasi, 4. pemberantasan
1.       Pencegahan
Agar masyarakat mengerti,memahami pengetahuan tentang Narkoba serta dampaknya, dengan mengetahui menjadi  , sadar,  imun dan menolak Narkoba.
Caranya dengan : penyuluhan, seminar, Focus Group Discusion, pemutaran film, penerangan melalui media cetak, media elektronik, baliho, poster, selebaran, spanduk dll.
Kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan dengan maksimal  agar masyarakat mengerti, memahami, imun, sadar dan menolak Narkoba, dengan SDM yang mampu dan terampil serta jumlahnya yang cukup, anggaran yang banyak .
Karena pencegahan sejak dini perlu dilakukan , bila perlu dimasukan dalam kurikulum pelajaran disekolah SD,SLTP, SLTA, PT.

2.       Pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan lingkungan pendidikan,Pemberdayaan lingkungan kerja,Pemberdayaan masyarakat resiko tinggi dan rentan,Pemberdayaan lingkungan keluarga 98,01%. Perlu anggaran yang  banyak untuk dapat mengungkit masyarakat untuk berperan aktip melaksanakan P4GN.

3.       Rehabilitasi
Diperbanyak fasilitas yang mampu menampung,Diperbanyak penyalahgunaan yang direhabilitasi,kembangkan program yang mampu dipulihkan,Kembangkan program after care agar tidak relepse.
Penyalahguna sebanyak 4 juta orang tempat rehab baru menampung 18000 orang masih sangat banyak diperlukan tempat rehab ,dimana domain untuk menyembuhkan orang yang sakit ada pada Menteri Kesehatan
DI Provinsi Dinas kesehatan yang saat ini masih sangat terbatas ruangan untuk merawat pasien di Rumah Sakit-Rumah Sakit masih kurang ,SDM masih kurang,anggaran operasional Rumah Sakit sangat minim padahal bila penyahguna sebanyak 4.000.000 orang , bisa masuk ketempat rehab maka bandar narkoba jualannya tidak laku,stok narkoba dan bandar masih ada,kecuali ada pengguna baru penyalahguna yang lama bisa sembuh dan harapannya menolak dan tidak ada yang menggunakan Narkoba lagi.

Untuk Rehabilitasi untuk menampung 4 juta orang perlu:
a.        Lokasi dan gedung untuk rehab yang anggarannya banyak sekali dan perlu waktu membangun.
b.      Sumber daya manusia yang mengawaki perlu banyak.
c.       Sarana danprasarana untuk keperluan rehab.
d.      Anggaran operasional yang banyak sekali.
Agar Rehabilitasi berjalan dengan baik dan lancar perlu peran para pengusaha swasta untuk dapat membantu mendirikan tempat rehabilitasi korban Narkoba karena anggaran yang dibutuhkan sangat banyak, seperti halnya para pengusaha swasta membangun/ mendirikan ruma sakit – rumah sakit swasta yang jumlahnya sangat banyak bahkan melebihi jumlah rumah sakit milik pemerintah,

4.         Pemberantasan
         Petakan jaringan,Interdiksi,Ops terpadu/mandiri,Pengawasan prekursor
Perlu dilakukan secara terpadu operasi gabungan pemberantasan karena dengan kegiatan ini akan mengurangi dan menghabiskan bandar serta narkoba akan disita dan habis dilapangan kecuali ada bandar baru.
Dengan kegiatan pemberantasan tidak perlu menyiapkan :
a.       Lokasi atau gedung ( menggunakan milik POLRI , BNN , TNI dan instansi terkait / sesuai INPRES No 12 tahun 2011 ).
b.      SDM sudah ada dan banyak (Polri, BNN, TNI, instansi sesuai INPRES yang terlibat ).
c.       Sarpras sudah ada dan cukup yang terlibat dalam INPRES No 12 Tahun 2011.
d.      Hanya Anggaran opersional saja yang dibutuhkan untuk operasi gabungan.

Bila penanganannya serius maka bandar akan habis atau berkurang begitu juga narkoba akan habis karena disita. 
Pemberantasan Narkoba itu sudah merupakan  perang perlu personil yang cukup, senjata yang cukup, sarpras yang cukup dan anggaran yang cukup, karena dunia sudah menabuh genderang perang, Asia begitu juga Indonesia. Tidak usah merengek rengek minta personil yang berwenang harus tahu permintaan personil dan lainnya bukan untuk pribadi pejabatnya, bukan untuk kepentingan jabatannya melainkan untuk menyelamatkan bangsanya dan negaranya.
Bahkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi berani mengatakan dengan serius “ KEDEPAN JANGAN DIPILIH CALON PRESIDEN, CALON KEPALA DAERAH DAN CALON LEGISLATIF SERTA PEMIMPIN LAINNYA YANG TIDAK SERIUS MEMBERANTAS NARKOBA , KARENA BILA TIDAK SERIUS BERARTI TIDAK SAYANG TERHADAP RAKYATNYA DAN BANGSANYA, SERTA TIDAK TAHU ANCAMAN YANG PALING BESAR DAN PALING BERAT YANG DIHADAPI BANGSA DAN NEGARANYA

Jambi, 22 Juli 2013
  Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn