Senin, 19 Agustus 2013

RENUNGAN
KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAMBI
DALAM RANGKA
MEMPERINGATI HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 68 TAHUN 2013


Tanggal, 17 Agustus 2013

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarrakaatuh,

Selamat pagi
Salam sejahtera untuk kita semua,
Dengan rakhmat dan  barokah dari Allah Swt, kita diberikan kesehatan serta kekuatan dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa ( NKRI yang kita cintai ).
Salam kebangsaan :
MERDEKA ! ……. MERDEKA !……………… MERDEKA !.
Saudara-saudara ku seluruh tanah air yang saya cintai, pada HUT  Kemerdekaan RI yang Ke-68 , marilah kita mengingat jerih payah para pejuang-pejuang bangsa kita yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan, penghormatan dan penghargaan setinggi tingginya kami Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi beserta staf atas perjuangan,  jerih payah dan penderitaan dalam memerdekakan bangsa ini, pada upacara HUT Kemerdekaan RI dan setelah merdeka mari kita mengisi kemerdekaan ini dengan melaksanakan kerja dengan baik, jujur dan amanah demi tercapainya tujuan bangsa yaitu masyarakat berdaulat, adil dan makmur.
BNNP Jambi  mempunyai : Visi, Misi  dan tujuan


VISI 
Menjadi perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi yang Profesional dan Mampu menyatukan dan menggerakan seluruh komponen masyarakat Provinsi Jambi dalam melaksanakan P4GN
MISI                    
Bersama instasi Pemerintah dan komponen masyarakat/swasta di Provinsi Jambi melaksanakan Pencegahan, Pemberdayaan, Penjangkauan dan Pemberdayaan , Pemberantasan didukung tata kelola Pemeritah yang akuntabel

Tujuan
melindungi atau menyelamatkan atau mengurangi resiko seluruh komponen masyarakat diwilayah Propinsi Jambi dari keterlibatan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba tercermin pada besarnya prevalensi angka penyalahgunaan narkoba dibawah 2,76%.

Terbentuknya BNNP Jambi  ini yaitu untuk menyelamatkan generasi penerus Bangsa dan Negara,khususnya di Provinsi Jambi dengan sebaik-baiknya yaitu kita harus berbuat  untuk menggerakan seluruh komponen bangsa melaksanakan P4GN didukung  dengan UU No. 35 tahun, Instruksi Presiden (INPRES) No. 12 tahun 2011,Instruksi Gubernur No.5 tahun 2012, kita semua harus serius dengan keterbatasannya, kita harus berbuat yang terbaik, penuh inisiatif, kreatif, ulet, tabah, karena kita pada saat ini sedang merintis terbentuknya organisasi baru BNNP Jambi, walau terbentur dengan kelompok atau orang perorangan , oknum yang mementingkan ekonomi dan politik yang memanfaatkan narkotika ( karena narkotika dengan keuntungan yang sangat banyak dapat digunakan oleh pelaku politik untuk memperlancar dan mencapai tujuannya yang melupakan dampak dari kesengsaraan dan penderitaan rakyatnya serta hancurnya segala sendi kehidupan : idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,keamanan dan agama, begitu juga dengan berkembangnya kegiatan terorist ).
Dalam mengisi kemerdekaan ini kita semua harus tetap bersatu , sesuai Sumpah Pemuda karena dengan persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia akan kuat dan cepat untuk mencapai cita cita para pahlawan dan tujuan bangsanya yaitu rakyat berdaulat, adil dan makmur.
Musuh bangsa indonesia sebelum merdeka adalah penjajah Belanda, Jepang, dan sekutunya ), setelah merdeka musuhnya adalah pelaku  Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Terorist  , pengedar/ pembuat/penanam Narkoba.
Yang perlu selalu kita ingat  jasa para pahlawan untuk memperjuangkan kemerdekaan ini, telah mengorbankan jiwa, raga, harta, benda, penderitaan lahir dan bathin. Setelah merdeka mengharapkan rakyatnya berdaulat, adil dan makmur, karena tanah tumpah darah Indonesia merupakan tanah yang subur dan makmur karena dari sumber daya alam,sumber daya lautnya banyak sekali.
Dengan alasan apapun jangan hianati cita cita para pahlawan , yang telah merebut kemerdekaan ini , karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat religi,agamais, berbudaya,berahklak dan beradab,sehingga timbul jiwa kesatria, jiwa patriotisme dan jiwa Nasionalisme
Kekuatan yang sangat dahsyat para pahlawan karena memiliki rasa agamais, budaya,berahklak , beradab, kesatria, patriotisme,Nasionalisme  yang sangat kuat / tinggi sehingga tercapailah kemerdekaan, bila kekuatan yang sangat dahsyat ini / kedaulatan tetap dijaga dan digunakan dalam mengisi kemerdekaan ini maka tujuan bangsa ini akan cepat tercapai sebelum sumber daya alam Indonesia ini habis. 
Rubah sistem pengolahan dari sumber daya alam ini dari yang tertutup dan rahasia menjadi terbuka , transaparan dan jujur, demi bangsa dan negara kedepan lebih maju. 
Dua moment ini yaitu kemerdekaan/ kebebasan dan kemenangan Idul Fitri  ditempuh dengan pengorbanan serta perjuangan, mari kita tinggalkan sistem yang kurang baik dan korbankan kepentingan pribadi dan kelompok demi bangsa dan negara serta keturunan kita / anak cucu kita kedepan lebih sejahtera dan maju. 
Bila tulisan uraian diatas ini dikaitkan dengan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika ( P4GN ), dengan di dukung UU no.35 tahun 2009,Inpres Nomor 12 tahun 2011dan instruksi Gubernur Jambi no.5 tahun 2012, dilaksanakan oleh seluruh aparat pemerintah dan dibantu oleh peran serta masyarakat dengan serius maka Indonesia tahun 2015 bebas dari ancaman narkoba. 
Bila melaksanakan amanah dengan baik dan profesional , kita akan menggunakan azas prioritas mana yang akan didahulukan, mana yang lebih penting , mana yang lebih bahaya ancamannya terhadap bangsa dan negara, sangat perlu didahulukan dan diprioritaskan penangan terhadap ancaman narkoba. 
Karena data hasil penelitian Universitas Indonesia dan BNN tahun 2008 , korban meninggal dunia akibat penyalahgunaan Narkoba sehari = 51 orang ( berarti setahun = 51 X 365 = 18.615 orang meninggal dunia ), di Povinsi Jambi yang mengidap HIV/AIDS data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi bulan maret 2013 sebanyak = 842 orang , data Kakanwil Hukum dan Ham narapidana Narkoba sebanyak = 1063 orang , yang berobat di Rumah Sakit Jiwa akibat Narkoba setahun antara 70 s/d 100 orang, data yang dalam binaan LSM Sikok, Jothi, Kanti Sehati, Anpai lebih kurang sebanyak 1000 orang, Polda Jambi dan jajaran data penanganan Narkoba bulan Januari s/d April 2013 sebanyak = 94  perkara, yang ditangani secara alternatif oleh beberapa Pondok Pesantren. ( Al Baro’ah, Al Faqih, Al Khairat,Kalimosodo cukup banyak bahkan banyak yang ditolak karena keterbatasan ).
Karena ancamannya kepada generasi penerus bangsa, calon calon pemimpin bangsa kedepan dan sangat membuat rakyat menderita yang jumlahnya sangat banyak, akan mempengaruhi segala sendi kehidupan IPOLEKSOSBUDHANKAM dan Agama, serta makin pesatnya perkembangan Teroris di Indonesia.
Tanpa keseriusan seluruh komponen bangsa untuk menangani ancaman Narkoba tidak akan berhasil, karena Narkoba semarak beredar ada beberapa kepentingan , yang pertama adanya kepentingan EKONOMI dan yang kedua adalah kepentingan POLITIK . 
Bila dua kepentingan ( Ekonomi dan Politik ) ini dilaksanakan oleh orang yang tidak agamais, berbudaya dan tidak beradab maka akan sulit dan berat untuk ditanganinya. Maka perlu seluruh komponen bangsa dan kekuatan yang dahsyat yang dimiliki oleh para pejuang kemerdekaan ini sangat diperlukan untuk melaksanakan P4GN. 
Perjuangan untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman Narkoba ini perlu doa, agar para pelakunya sadar tidak mengedarkan lagi dan pengguna ( korban) tidak menggunakan lagi agar Narkobanya tidak ada yang beli sehingga pengedarnya berhenti dan mencari bisnis lain serta penanam atau pabriknya berhenti /tutup. 
Yang paling penting keseriusan menangani narkoba ini,dipenuhinya personil yang langsung menangani,Sarana dan Prasarana,Senjata api dan anggaran bila ini ditangani lambat merupakan kurang keseriusan dan tidak ada keseriusan.
Apalagi Pejabat yang ditunjuk untuk menangani ini,harus merengek rengek meminta personil ,meminta senjata api, meminta tambahan anggaran,rakyat menilai ini lembaga dibentuk untuk menangani, menyelamatkan bangsa yang korbannya sangat banyak serta menyengsarakan dan menderitakan rakyat bener serius atau tidak korbanya sangat banyak tapi yang menangani personilnya sedikit sekali,senjata apinnya tidak ada padahal bandar satu orang saja punya 2 pucuk senjata api, bahkan punya AK 47 dan M 16.
Sangat perlu keseimbangan antara pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan, karena dengan pemberantasan  hukuman mati pun, masih mengedar/ mengendalikan ,masih bisa happy happy di dalam Penjara ,masih mengendalikan aparat dan membuat narkoba dalam penjara.
Diberantas dan dihukum mati saja masih santai santai saja, bisa asyik asyikan lagi 
apalagi hanya dengan himbauan dan pencegahan saja ,demikianlah logikanya perlu keseimbangan tindakannya dengan memperhatikan jumlah korban meninggal dunia akibat over dosis, dibunuh ,dirampok, ditipu, diperkosa,ditabrak, jatuhnya pesawat, sakit jiwa,sakit fisik, bunuh diri karena tidak tahan merasakan sakit dan menderitanya,terkena HIV/AIDS,masuk penjara, sekolah/kuliah gagal, dipecat dari pekerjaan, berkembangnya kegiatan dan para pelaku teror, hancurnya IPOLEKSOSBUDHANKAM,AGAMA.
Demikian semoga Allah yang maha esa selalu memberikan bimbingan, petunjuk dan  rahmat serta hidayahnya kepada kita untuk melaksanakan tugas dengan baik untuk Bangsa dan Negara Indonesia.
Serta ditunggu patriot, kesatria yang jujur amanah dan sejati
Merdeka….. Merdeka…. Merdeka
Jayalah dan majulah Negaraku, Bangsaku Indonesia yang kita cintai
Wassalam mualaikum Wr. Wb.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol. Drs. Moh. Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn