Rabu, 11 September 2013

Bandar narkoba adalah musuh besar umat seluruh dunia , karena lebih sadis dari pada penjahat, pembunuh bahkan pelaku teror ( Terorist )


Mengapa judul diatas ditulis oleh penulis, karena dilihat dari data hasil penelitian Universitas Indonesia bekerjasama dengan BNN RI.
Hasil penelitian tahun 2008, korban meninggal dunia akibat penyalahguna,
-        Rata-rata sehari  = 51 orang, berarti setahun = 365 hari x 51 orang  = 18.615 orang.
-        Penyalahguna Narkoba se Indonesia sudah mencapai = 4.000.000 orang
-        Yang masuk penjara ( tahun 2010 ) = 34.009 orang
-        Yang terkena HIV / AIDS = 33.364 orang
-        Yang sakit / sakit jiwa
-        Yang sekolah dan kuliah gagal
-        Yang dipecat dari pekerjaan
-    Yang menjadi pelaku kriminal, pembunuh,  pencuri, perampok, pemerkosaan, penipu, penganiaya dan lain – lain
Dari data 4.000.000 orang , bila ketagihan akan memenuhi kebutuhannya walau dengan jalan pintas, sebagai pelaku kriminal.
Penderitaan keluarga yang hartanya dikuras, ditinggal mati, ditinggal masuk penjara, terkena sakit / sakit jiwa, HIV / AIDS, dipecat dari pekerjaan.
Apakah seluruh bangsa ini merasakan penderitaan dan kesengsaraan ini, jawabannya belum, kecuali keluarga terdekatnya  saja yang langsung merasakan kesengsaraan dan penderitaan ini.
Uraian diatas merupakan gambaran kesadisan para bandar narkoba, dan dampaknya terhadap seluruh pembangunan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Kemampuan aparat yang menangani langsung sangat terbatas, baik ditinjau dari jumlah personil  yang menangani, bidang  Pemberantasan untuk BNNP, hanya ada satu orang Polri yang tinnggal satu tahun lagi pensiun, Anggaran APBN / DIPA TA. 2013 untuk penyidikan belum ada, senjata api tidak ada, Polda Jambi Direktorat Narkoba anggarannya hanya 24 perkara setahun (tahun 2012), kemungkinan 2 bulan atau 3 bulan saja habis.
Bila dikaitkan dengan program Gubernur Jambi yaitu Jambi EMAS – Ekonomi maju, Aman dan Sejahtera,  Narkoba sangatlah berpengaruh besar terhadap program Jambi EMAS ini.

Dipandang dari segi ekonomi, dari jumlah penyalahguna sebanyak = 50.420 orang, memang akan berpengaruh besar terhadap ekonomi , karena akan terjadi jual beli yang sehari bisa milyaran rupiah.Keamanan bila ketagihan ,tidak punya uang akan mengambil jalan pintas melakukan kriminal. Kesejahteraan materil dan moril ( materil uang, harta dan benda  akan habis terjual , moril penderitaan, kesengsaraan, kesedihan ).
Tapi hancurnaya ekonomi, dibidang Kesehatan,  dibidang IPOLEKSOSBUDHANKAM dan Agama serta hancurnya pembangunan disegala bidang.
Yang terkena HIV / AIDS = 842 orang bila dikalikan yang bersedih dan menderita keluarganya dari jumlah penyalahguna yang  di Penjara = 1050 orang , HIV / AIDS = 842 orang, jadi dijumlah = 50.420 + 1050 + 842 orang kali 5 orang saja keluarga / familinya sudah =  + 200.000 penduduk Jambi menderita dan  sengsara setiap hari.
Oleh sebab itu seluruh aparatur pemerintah harus serius menangani dan memberantas Narkoba, sesuai Inpres Nomor 12 tahun 2011 dan Ingub Nomor 5 tahun 2012 ,karena program Jambi EMAS , sangat besar kaitannya dengan Pencegahan, Pemberantasan , Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika, sesuai yang dijelaskan diatas dengan jumlah korbannya.

Jambi , 11 September 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
KBP Drs Moh Yamin. S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn