Rabu, 11 September 2013

GUE MAU HIDUP



Narkoba kini tengah menjadi ancaman bagi generasi muda, tak terkecuali di Provinsi Jambi. Bahkan bukan hal aneh lagi jika peredaran narkoba di kalangan pelajar sudah sedemikian parahnya, mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Berdasar hasil penelitian dilapangan, dikarenakan narkoba sudah merambat sampai ke pelosok desa. Hal ini perlu adanya partisipasi masyarakat. Jangan kita mengharap tindakan aparat pemerintah tapi tindakan masyarakat tidak ada. Sangat mustahil di Indonesia khususnya Provinsi Jambi bebas narkoba tanpa dukungan masyarakat. Masa sekarang atau masa yang akan datang tidak dipungkiri lagi bahwa perang bukan lagi dengan senjata tapi dengan cara perlahan-lahan manusia meninggal dunia dengan narkotika.

Berdasarkan data hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penggunaan narkoba, tercatat sebanyak 921.695 orang atau sekitar 4,7 persen dari total pelajar dan mahasiswa di Indonesia adalah sebagai pengguna barang haram tersebut.
Hal ini harus menjadi kekhawatiran bersama bangsa ini dan bukan hanya menjadi tugas peme­rintah saja, melainkan peran serta dari seluruh kalangan, khususnya para orangtua yang harus lebih waspada dengan pergaulan anak mereka.

Pergaulan remaja khususnya di kalangan pelajar saat ini sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Tentunya yang paling mengkhawatirkan lagi adalah bahaya seks bebas di kalangan pelajar itu sendiri. Kita semua setuju bahwa semua tingkah laku yang baik harus berawal dari rumah, tempat mereka  ber­teduh dan bercengkrama dengan orangtua. Anak harus bisa merasa nyaman di rumah, sehingga tercipta suatu ikatan yang baik antara orangtua dan mereka. Misalnya, munculnya keinginan dan kesadaran mereka menceritakan masalah atau persoalan kepada orangtuanya. Itu karena anak percaya orangtuanya bisa membantu menyelesaikan setiap masalahnya. Sebagian besar remaja dan pelajar yang menggunakan narkoba adalah mereka yang hidup dari keluarga yang mampu, karena kadang kala para orangtua terlalu sibuk untuk bekerja. Itu tidak bisa dikatakan salah, apalagi dengan keadaan negara yang semakin carut marut.

Di Jambi, seorang pelajar salah satu sekolah menengah atas negeri (SMAN) Kabupaten Kerinci ditangkap anggota Satuan Unit Khusus Anti Narkoba Polres Kerinci. Pelajar ditangkap lantaran diduga terlibat peredaran narkoba jenis Ganja.

Maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba.

I.    Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
a.      Kegagalan yang di alami dalam kehidupan
      Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetepi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).

b.      Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.
            Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka  land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan Islam. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.

c.       Kurangnya siraman agama
      Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangt sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya siraman agama.

d.      Keinginan untuk sekadar mencoba
Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.

II.  Narkoba Yang Banyak Beredar Di Masyarakat.
      Ada banyak jenis narkoba yang beredar di masyarakat yang banyak di salahgunakan oleh remaja, antara lain:
Ø    Ganja, di sebut juga dengan mariyuana, grass/rumput, pot, cannabis, joint, hashish, cimeng.
Ø    Heroin, di sebut juga dengan putaw, putih, PT, bedak, etep.
Ø    Ekstasi, di sebut juga  dengan ineks, kancing.
Ø    Shabu-shabu, di sebut juga dengan es, ss, ubas, kristal, mecin.
Ø   Amphetamin, di sebut juga dengan speed.
Ø  Zat Hirup, berbagai jenis bahan perekat yang di pasarkan sebagai bahan bangunan juga sering kali di salah gunakan untuk di hirup, antara lain: lem kayu (sejanis aica aibon), cat, thinner.
Ø  Obat Penenang, di sebut juga pil koplo, berbagai obat penenang dan obat tidur (anti-insomnia) juga sring di pakai oleh pecandu narkoba. Obat-obatan  masuk psikotropika, tetapi di perjual belikan secara bebas di kios-kios kaki lima.

a.  Akibat Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kesehatan.
      Secara keseluruhan obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem saraf manusia, juga pada organ-organ tubuh manusia. Narkoba juga akan mengakibatkan kcanduan/ketagihan kepada pemakainya dan apabila pemakaian di hentikan, dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri kecanduan antara lain: kejang, sakit perut, badan gemetar, muntah-muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya/berkurangnya berat badan.

b.  Akibat Penggunaan Narkoba Terhadap Lingkungan Di Masyarakat
Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia (linglung), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat. Untuk mendapatkan barang-barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.

III.  Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba
      Ada banyak hal untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain adalah:
Ø   Membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
Ø   Selektif dalam memilih teman.
Ø   Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
Ø   Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
Ø    Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
Ø  Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang  untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
Ø  Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.

Samsul Hidayat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn