Jumat, 06 September 2013

Maraknya Narkotika, Maraknya Terorist, Maraknya Korupsi, Maraknya Penembakan – penembakan


Apakah kita sebagai bangsa Indonesia ini lupa, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini didapat /dimerdekakan oleh pejuang yang agamanya sangat kuat, budayanya sangat tinggi,kesatuan dan rasa persatuannya sangat tinggi, jiwa nasionalismenya dan patriotisme sangat tinngi, semangat gotong – royong.
Kenapa setelah merdeka tidak memegang lagi, suatu pedoman yang sangat kuat dan dahsyat yaitu pedoman agama, pedoman budaya, kesatuan dan persatuan, jiwa patriotisme dan nasionalisme. 
Narkotika sudah memakan banyak korban 4.000.000 orang , bangsa indonesia.
Terorist semarak dengan pengebomannya dan penembakannya, nyawa dipermainkan , sudah tidak memikirkan lagi dosa yang sangat besar.
Korupsi seperti menjadi tujuan hidupnya, yang tidak menghiraukan lagi akan nasib bangsanya.
Apakah kita sebagai bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, tidak saling mengingatkan, sebagai aparat apakah sudah amanah.
Padahal dalam kiatab suci untuk narkoba sudah dijelaskan secara jelas.
1.  Islam dalam surat Al Maidah Ayat 90,91.
2.  Kristen dalam Surat Ayub 5:17, Amsal 6:23, dan 29:15, Yohanes 15:9-17 serta Kisah 2:41-47.
3.  Hindu dalam Slokantara, Sloka 16 dan Kitab Suci Atharwa Weda XX 81.1 .
4.  Agama Budha mengajarkan umatnya tentang lima disiplin moral, yaitu : (1) Panti pala vermani sikkapadhan samadiyami = aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk, (2) adinna dan veramani sikkhapadar samadiyami = aku bertekad melatih diri menghindari barang yang bukan miliknya, (3) kamesu miccara veramar sikkapadam samadiyami = aku bertekad melatih diri menghindari asusila, (4) musavada veramani sikkapadam samadiyami = aku bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar (dusta) dan lainnya, (5) surameraya majjapamadatthana veramar sikkapadam samadiyami = aku bertekad melatih diri menghindari minuman keras dan obat-obat terlarang yang menyebabkan mabuk dan melemahkan.

Apakah sebagai aparat pemerintah sudah melaksanakan amanah yang diberikan secara baik, ataukah dikira sudah membangun dunia padahal merusak dunia (sesuai Surat Al Baqarah ayat 11 dan 12).
Dengan melakukan korupsi, kolusi, nepotisme
Tidak seriusnya memberantas narkoba, sesuai Undang – undang No. 35 Tahun 2009, Inpres No. 12 Tahun 2011, Ingub Tahun 2012.
Begitu juga dengan ketidakseriusan menangani narkoba, terorist, dan penembakan – penembakan, sebagai aparat pemerintah seharusnya merasa berdosa karena banyak sekali korban yang meninggal dunia, nyawa menjadi mainan, yang seharusnya kita tahu sangsi atas ketidakseriusan dan para pelaku terorist, pelaku penembakan, pengedar narkoba yang mengakibatkan banyak yang meninggal dunia akibat ulah – ulah para pelaku, terorist, penembakan, bandar narkotik.
Kemungkinan para pelaku tersebut diatas tidak tahu sangsinya sesuai Surat Al Maidah ayat 32.
Semoga dengan tulisan ini kita semua sadar dan bersatu untuk saling mengingatkan demi tujuan hidup yaitu selamat di Dunia dan Akhirat.
Sesuai pedoman adat “Adat Bersendi Syara’, Syara’ bersendi Kitabullah”.

Jambi, 6 September 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn