Jumat, 11 Oktober 2013

Kegiatan politik itu sangat glamour , sadis, licik, ada yang menghalalkan segala cara, jualan Narkoba untuk mencapai tujuannya yaitu kekuasaan, tidak mikirin rakyatnya dan bangsanya, hanya mikirin dirinya sendiri dan kelompoknya.

Contoh :   1. Negara Amerika ekonominya jatuh krisis , lawan politiknya yang lagi berkuasa diparlemen menghentikan anggaran sehingga kegiatan pemerintahan terhenti.
              2. Kesalahan Sistem juga di Indonesia tertangkapnya ketua MK yang dari Golkar dan ketua KPK yang dari Demokrat, sama sama organisasi yang menegakan hukum yang paling tinggi atau keputusannya Final , Korupsi di MK, Hambalang, Century dan penanganannya tidak ada keadilan, ada yang langsung ditahan ( ketua MK ) ada yang tidak ditahan setelah diumumkan sebagai TSK ( yang kasus Hambalang, Century ).
                   Seharusnya penegak hukum jangan dari Parpol, karena bisa untuk mencari uang untuk Parpolnya , persiapan Pemilu atau untuk saling sikut sikutan dan saling menjatuhkan.
             3. Tanah di beberapa pulau, Kalimantan, Sumatra dll dan ( pengolahan sumber daya alam  Migas ,Emas  yang tidak jujur ), lahan tanah banyak yang diserahkan ke Perusahaan yang jumlahnya banyak sekali dan untuk rakyat minim sekali , sehingga rakyatnya akan menjadi buruh/kuli, gajinya sedikit sehingga tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya sehingga anak-anaknya menjadi pengangguran dan menjadi buruh/kuli lagi, atau menjadi pelaku kriminal dan pengedar Narkoba.
                   Dampaknya yang lain kedelai mahal, bawang merah/putih, daging sapi mahal dan kekurangan.
                   Karena yang memberikan Tanah / lahan untuk para pengusaha adalah Kepala Daerah yang terdahulu beberapa periode sebelumnya, sehingga baru timbul kesengsaraan, penderitaan dan permasalahan kemiskinan dan masalah tanah sekarang, karena Kepala Daerah yang mengeluarkan ijin mendapat sesuatu yang cukup.  
               4. Rakyat yang tahu boroknya penguasa lapor atau menyiarkan di media:
                   a. Munir Ketua aktifis  HAM ,  dibunuh dalam pesawat penerbangan ke Belanda.
              b. Bapak Komjend Drs Susno Duaji di penjara, membongkar kasus pajak  (dicari kesalahannya padahal semua juga sama ada salahnya bila di cari seperti beliaunya).
               c. Vanny sudah memaparkan atau mengumumkan di mess media acara Pak karni di TV One SMP sudah pakai Narkoba , seharusnya segera dilayani oleh IPWL ( Institusi Penerima Wajib Lapor yaitu Dinas Kesehatan) seharusnya IPWL  jemput bola agar Vani lapor untuk direhab atau diobati secara berjalan, karena IPWL sudah ada tapi jumlahnya masih sedikit dan belum operasional secara penuh sampai akhirnya Vani belum lapor dan sudah ketangkap dan dipenjara.
          5. Ada organisasi yang berbuat anarkis, karena sudah tidak tahan melihat kemaksiatan, tempat dugem, tempat minum-minuman keras, ada petugas dan ada aparat tapi diam atau tidak melaksanakan tugasnya dengan amanah sehingga rakyat bertindak mengambil alih tugas aparat dengan cara anarkis karena sudah bertumpuk tumpuk masalah dan sudah lama tidak diselesai- selesaikan.
                   Kurang maximalnya pemberantasan Narkoba, sehingga memakan korban yang sangat banyak, Pemakai = 4.000.000 orang se Indonesia, meninggal dunia setahun = 51 orang x 365 hari = 18.615 orang, yang masuk penjara = 34.009 orang, yang terkena HIV/ AIDS = 33.364     orang.

Kenapa disebut Glamour karena yang tidak punya uang banyak tidak bisa jadi kepala Daerah, Presiden, Legislatif karena tidak bisa mendapat bendera Parpol, dukungan Parpol lain, untuk kampanye, untuk serangan fajar dll.

Yang sadis, licik dan menghalalkan segala cara serta jualan Narkoba, banyak yang tidak memikirkan dampak rakyatnya sengsara, menderita, sakit, kere/miskin, akibat kebijakan yang disebutkan diatas sebagai contoh.

Jambi, 11 Oktober 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol Drs. Moh. Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn