Selasa, 26 Februari 2013

BAHAYA DAN DAMPAK NARKOBA SANGAT LUAR BIASA, PERLU PENANGANAN YANG LUAR BIASA JUGA

Korban penyalah guna Narkoba sebanyak = 4.000.000 orang, dari jumlah penduduk Indonesia , korban meninggal dunia rata-rata sehari = 51 orang ( bila satu tahun 51 x 365 = 18.615 ) , tempat rehabilitasi belum bisa menampung korban penyalahguna Narkoba sebanyak ini. 

Kalau di Jambi korban penyalahguna Narkoba sebanyak = 50.420 orang ( Data th 2010 ), yang terkena HIV/AIDS sebanyak =703 orang dan yang dipenjara sebanyak =1047 orang ( Data bulan Januari 2013 ), yang sakit jiwa rata rata setahun =100 orang, dari data ini korbannya sangat banyak dan sangat luar biasa. 

Sudah banyak korban dari Narkoba yang ada, dan beredar sekarang ini , ditambah lagi dengan temuan baru katinone dari pohon Khat yang asalnya dari Ajarbaizan, Afrika dan dibawa oleh orang Arab ke Indonesia pada tahun 1995 di tanam di P Jawa ( Bogor di puncak ) yang bahayanya lebih besar lagi dari pada putau atau sabhu,termasuk golongan satu, dengan waktu yang relatif lebih pendek pemakaianya dampaknya akan lebih cepat menjadi sakit jiwa dan over dosis meninggal dunia. 

Dampak terhadap segala sendi kehidupan berbangsa yaitu : Ideologi, sosial, politik, ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan, agama, kesehatan dll, serta sudah masuk kesemua lini ( semua kelompok masyarakat ).

Saya yakin bila penangannya terhadap bahaya dan dampak Narkoba yang luar biasa ini, Indonesia mampu karena sumber daya manusia hebat hebat, pintar pintar, pandai pandai ada kekuatan yang luar biasa yaitu ada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, SatPol PP, Polisi Kehutanan, Bakorkamla, BAIS, BIN, Densus Anti terror, BNN RI , kedaulatan rakyat dan persatuan rakyat yang sangat kuat dengan religi yang sangat tinggi bila mau serius untuk mencegah ,memberantas,penyalahguna,peredaran gelap narkotika ( P4GN ). 

Dengan didukung dengan pedoman Pancasila, UUD 1945, Undang Undang nomor 35 tahun 2009,Inpres No 12 tahun 2011 dan sumber daya alam yang melimpah ruah ini, dapat dengan segera, Indonesia “ BEBAS NARKOBA TAHUN 2015 “. 

Dengan cara Korban Narkoba segera dan serempak direhab sebanyak banyaknya , aparat pemerintah melaksanakan Inpres No 12 tahun 2011 dengan serius , pengusaha / perusahaan mau membantu kegiatan P4GN khususnya tempat rehab yang belum ada / masih sedikit sekali, memberantas pengedar dengan serius oleh aparat yang bersenjata , masyarakat berperan aktif membantu P4GN sesuai UU Nomer 35 tahun 2009 , pasal 108.

Jambi, 26 Februari 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol. Mohammad Yamin Sumitra

Rabu, 06 Februari 2013

APAKAH NARKOBA MERUPAKAN TUMBUHNYA DALAM KEHIDUPAN JAHILIYAH MODERN DI INDONESIA

Mengapa judul ini ditulis oleh penulis , karena pada jaman jahiliyah dahulu persembahan orang kepada berhala , namun jahiliyah modern sekarang ini orang persembahannya kepada pangkat, jabatan, kekuasaan, harta ,wanita,main judi, madat atau menggunakan Narkoba untuk mencapai persembahannya ini. 

Sebab Narkoba digunakan untuk kepentingan ekonomi dan politik, contoh sudah pernah ketangkap dan termonitor pelaku politik baik istrinya, adiknya ,team suksesnya, kelompokny menjual Narkoba untuk mendapat jabatan dan kekuasaannya, disinilah Narkoba digunakan untuk persembahan mendapatkan jabatan dan kekuasaan dalam jaman jahiliyah modern. 

Padahal pedoman Pancasila dan UUD 1945 , pedoman ini dibuat oleh orang orang pintar dan pandai serta mengacu kepada pedoman agama serta pejuang yang benar dan asli sebagai patriot bangsa. 

Pancasila dan UUD 1945 merupakan kesepakatan bersama untuk berkehidupan berbangsa, karena disini tercantum untuk melindungi kehidupan beragama yang baik dan tidak menyimpang. 

Khususnya dalam kehidupan beragama Islam , ada generasi Qurani yang selalu berpedoman pada nilai ketuhanan, berperilaku yang makruf serta selalu mengingat Allah dan rosulnya sehingga dalam kehidupannya mencapai kedamaian , keamanan dan kesejahteraan. 

Allah sudah menjanjikan bila bangsa ini beriman dan bertaqwa maka Allah akan memberi barokah pada bangsa ini, namun banyak orang yang tidak percaya akan janji Allah terutama para pemimpin bangsa ini , sehingga terjadi korupsi, penyimpangan pajak, penyimpangan sumberdaya alam makanya bangsa ini tidak barokah / sejahtera, hanya sekelompok atau orang orang tertentu saja yang sejahtera namun harta itu yang didapat dari hasil KKN, penyimpangan dari sumbet daya alam maka harta tersebut haram yang bila dimakan oleh dirinya dan anak cucunya tidak barokah maka akan membuat masuk Neraka semua. 

Keimanan dan ketaqwaan seorang manusia dan anak manusia ini harus ditanam dan dibina secara berulang secara terus menerus , contohnya dengan shalat, membaca Al quran, mendengarkan ceramah ceramah dll. 

Bila seorang manusia sudah mengenal Allah maka akan mengenal yang lainnya, contohnya akan mengenal dirinya maka akan mengenal Allah , karena manusia mempunyai ruh. 

Kalau sudah mengenal Allah maka perilakunya selalu positif dan kasih sayang kepada sesamanya, yang merupakan saudaranya, tidak melakukan korupsi ,tidak menyimpangkan sumberdaya alam yang banyak dan kaya raya ini di Indonesia, sehingga bangsanya damai, aman dan sejahtera serta tidak ada rekayasa rekayasa cipta kondisi yang membuat bangsanya resah dan menderita. 

Janganlah keimanan dan ketaqwaan ini palsu dan menjadi seorang yang menganut aliran manusia jahiliyah modern, apalagi menggunakan Narkoba untuk persembahan mendapatkan jabatan dan kekuasaan. 

Allah Maha Mengetahui dan melihat apa yang kita lakukan dan kita perbuat, jauhi siksa api neraka sayangi rakyatnya dengan kejujuran dan kebenaran dalam mengemban amanah.

Jambi, 6 Januari 2013
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
KombesPol Mohammad Yamin Sumitra