Senin, 25 Maret 2013

SAYANGI SAUDARA, KELUARGA DAN KELOMPOK KITA DARI ANCAMAN BAHAYA NARKOBA.

Kenapa kita harus menyayangi saudara,keluarga dan kelompok kita dari ancaman bahaya Narkoba, karena kita semua adalah saudara/keluarga ,satu turunan dan satu keluarga begitu juga kita harus menyayangi satu kelompok kita anak cucu Nabi Adam dan Hawa, coba dibayangkan keluarga/saudara kita se Indonesia meninggal dunia akibat Narkoba sebanyak = 51 orang sehari berarti satu tahun = 51 x 365 hari = 18. 613 orang meninggal dunia, karena korban /penyalahguna Narkoba sudah sekitar = 4.000.000 orang .
Begitu juga data di Provinsi Jambi korban akibat Narkoba, banyak keluarganya yang menangis , menderita, kelaparan karena ditinggal oleh keluarganya yang masuk dalam penjara sebanyak = 1063 orang ( data bulan Pebruari 2013 ), yang terkena HIV/AIDS sebanyak = 786 orang, yang sakit jiwa = 70 s/d 100 orang  rata rata per tahun, korban/ penyalahguna Narkoba sebanyak = 50.420 orang ( data tahun 2010 ), belum yang dipecat dari pekerjaannya, yang gagal kuliah/ sekolah.
Kita harus menyayangi saudara,keluarga dan kelompok kita dengan cara kita tidak acuh dan apatis ,terhadap ancaman bahaya Narkoba, bila kita aparat pemerintah harus melaksanakan INPRES Nomor 12 tahun 2011  dan Instruksi Gubernur Jambi Nomor 05/ INGUB/ SETDA. KESRAMAS. 1/2012 dengan baik dan serius , peran serta masyarakat termasuk dalam Undang Undang Nomor 35 tahun 2009, Pasal 54, 55 dan 108.
Jangan sampai ancaman bahaya Narkoba ini akan membuat rakyat/ bangsa Indonesia sakit, menderita dan hancur, akibat orang atau kelompok yang menghalalkan segala cara  untuk mendapatkan uang/ ekonomi dan untuk mendapatkan  jabatan/kekuasaan dalam kegiatan politiknya ataupun kegiatan bangsa asing untuk menghancurkan bangsa Indonesia.
Dan perlu juga diingat atau dipikirkan apakah bangsa ini dijajah/ diperangi  atau dihancurkan oleh kekuatan tertentu atau kekuatan asing , yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia dengan Narkoba, karena perang di jaman modern ini bisa perang menggunakan cara dengan perang biologi seperti dikirim virus flu burung, virus demam berdarah, cikungunyah, cholera/muntaber, rabies  dll, atau perang dengan pengaruh kebudayaan dengan kehidupan asing atau contohnya malam Jumat ada yang namanya Ladys Night ( gratis untuk perempuan masuk ke tempat hiburan ), perang dengan bahan kimia  ( bom atom ) , mainan beracun, makanan beracun/menggunakan borak/Formalin/pewarna dll.

Jambi, 25 Maret 2013

Penulis Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Moh Yamin S

Senin, 18 Maret 2013

Bila Narkoba ini digunakan untuk kepentingan ekonomi dan kepentingan politik oleh seseorang atau kelompok tertentu, untuk mendapatkan jabatan atau kekuasaannya.

Maka bangsa ini akan cepat hancur dan rakyatnya akan segera menderita yang sangat luar biasa yang jumlah penyalahguna sudah kurang lebih = 4.000.000 orang se Indonesia, dan meninggal rata rata satu hari = 51 orang ( 2008 ) , Penyalahguna/pemakai Narkoba di Prov Jambi sebanyak = 50.420 (data tahun 2010), HIV/AIDS = 786 (data bulan Desember 2012 Prov Jambi), yang masuk penjara Provinsi Jambi= 1047 orang (data Januari 2013) , yang sakit jiwa rata rata = 70 s/d 100 orang tiap tahun , karena dampak Narkoba meng akibatkan sbb : 

1. terhadap penggunanya/ pemakai akan membuat sakit jasmani dan sakit rokhaninya/ gila, menjadi pembunuh, menjadi pelaku kriminal, menjadi pemutilasi,masuk penjara,meninggal dunia, sekolah gagal, pekerjaan dipecat,cerai,harta bendanya habis. 

2. keluarganya dan kerabatnya rugi materil ,moril, stres,terancam, sedih , sengsara dan menderita, bahkan kelaparan bila yang mencari nafkahnya dipenjara /meninggal dunia , contohnya sbb : 
a. Ada seorang anak pecandu Narkoba , yang membunuh ibu dan bapaknya kejadian di Medan tahun 2012, ada orang tua menerima mayat anaknya karena over dosis, menerima anaknya yang meninggal karena anaknya terinfeksi HIV/AIDS akibat Narkoba. 
b. Ada yang dikejar kejar pakai golok setiap minggu beberapa kali, bapaknya oleh anaknya kalau lagi sakau ,kejadian di Batanghari Provinsi Jamb ( kejadian dilaporkan tahun 2012 ) 
c. Harta orang tuanya nya yang ada didalam dirumah dicuri sampai habis/ ludes ,baru menipu/menggelapkan motor milik tukang ojek, dengan modus operandinya pura pura menyewa motor nya selama tiga hari dibayar dimuka Rp 100.00,-, motor dibawa dijaminkan ke orang lain ,sebanyak 40 unit motor dijaminkan seharga satu juta rupiah sampai dengan dua juta rupiah , setelah itu motor tidak dikembalikan sampai satu tahun , semua tukang ojek sebanyak = 40 orang, tukang ojek mencari pelaku penggelapan motornya , akhirnya menemukan rumahnya bahwa pelaku adalah anak pensiunan guru (bapak dan ibunya adalah pensiunan guru), setiap hari sebanyak 40 orang tukang ojek mendatangi orang tuanya untuk menagih , orang tuanya gak punya uang karena sudah habis dicuri oleh anaknya , sehingga orang tuanya (bapaknya) merasa malu dan stres akhirnya meninggal dunia,setelah permasalahannya dibantu anggota Polri selesai dan anaknya mau untuk direhabilitasi , sebelum masuk rehabilitasi di cek darahnya terkena HIV/AIDS ibunya shock ( kejadian tahun 2002 di Pontianak). 
d. Terjadi mutilasi oleh bandar terhadap kerabatnya rekan bisnis Narkoba yang tidak bayar, kejadian bulan maret 2013.Dan banyak lagi contoh contoh yang lainya. 

3. Dampak yang akan merusak dan menghancurkan terhadap segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu : Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Ekonomi, Pertahanan, Keamanan, Agama, Kesehatan, karena Narkoba secara unsur kimianya akan membuat ketergantungan dan akan menghilangkan kesadaran, kehilangan rasa, terjadi halusinogen,depresan ,Stimulan dis waktu, dis ruang , mis panca indera. 

4. Berkembangnya kegiatan terorist.
Karena dari data dan fakta serta informasi yang didapat , pernah istrinya ketua partai politik jadi bandar Narkoba ( kejadian di Kalbar ,sekitar tahun 2005), adiknya pelaku politik menjual Narkoba, anaknya menjual Narkoba, team suksesnya melalui oknum/ istrinya sebagai bandar narkoba ,bekerja sama dengan pilot , atau kaki tangannya oknum. 
Apakah setelah mendapat jabatan dan kekuasaan , yang sengaja dilakukan dengan sadar dan tahu menjual Narkoba ini ,terus mendapat gaji , tunjangan , insentif pajak dan hasil uang lainnya merupakan uang halal , karena untuk mendapatkan jabatanya dan kekuasaannya sebagian kecil atau besar dari uang haram hasil menjual Narkoba. Ini merupakan gambaran dari yang ingin mendapatkan jabatan dan kekuasaan ,dengan menjual Narkoba , sudah mendapatkan uang haram, menghancurkan bangsa ,membuat rakyat sengsara dan menderita. 
Semoga tulisan ini mengingatkan kita semua ,akan tujuan hidup kita ingin mencari kebahagian dan keselamatan didunia serta akhirat, juga serius untuk memberantas dan memerangi Narkoba demi keselamatan bangsa, hilangnya penderitaan rakyat, dan menyelamatkan anak cucu keturunan kita semua kedepan . 

Jambi, 18 Maret 2013 
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi 
Kombes Pol Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Rabu, 13 Maret 2013

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Sebagai Nara Sumber Tentang P4GN Pada Kegiatan Sosialisasi Advokasi Implementasi Inpres No. 12 Tahun 2011 Dilingkungan Pemerintah Yang dilaksanakan Oleh Kepala Bidang Pencegahan BNNP Jambi Bertempat di Batalyon Infanteri 142 Kesatria Jaya Jambi Tanggal 4 Maret 2013




Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Menyampaikan Materi Tentang P4GN Pada Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kader Penyuluh Anti Narkoba Di Lingkungan Pendidikan Bertempat di SMA Xaverius Kota Jambi Yang Dilaksanakan Oleh Kepala Bidang Pencegahan BNNP Jambi Dengan Jumlah Peserta 60 Orang Tanggal 28 Februari 2013


Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Sebagai Nara Sumber Tentang P4GN Pada Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kader Penyuluh Anti Narkoba Dilingkungan Pendidikan Bertempat di SMUN 6 Kota Jambi Yang dilaksanakan Oleh Kepala Bidang Pencegahan BNNP Jambi Tanggal 27 Februari 2013


Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Memberikan Sambutan Tentang Program P4GN Dalam Acara Pengajian Umum Tabligh Akbar V Pondok Pesantren Al-Baro'ah Jambi Tanggal 23 Februari 2013.


Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Menyampaikan Materi P4GN Pada Kegiatan Sosialisasi Peran Serta Kampus Dalam Ciptakan Lingkungan Kampus Bebas Narkoba di Lingkungan Kampus STKIP YPM Bangko Kabupaten Merangin Tanggal 21 Februari 2013.


Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Menyampaikan Materi P4GN Pada Kegiatan Sosialisasi Peran Serta Kampus Dalam Ciptakan Lingkungan Kampus Bebas Narkoba di Universitas Muara Bungo Tanggal 19 - 20 Februari 2013.


Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi Sebagai Nara Sumber Kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Yang Dilaksanakan Oleh PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Dalam Rangka Pembekalan Calon Karyawan Pimpinan PT. Perkebunan Nusantara VI di SPN Jambi

Add caption