Senin, 06 Januari 2014

MENJELANG TAHUN BARU 2014 DAN TAHUN YANG PENUH PENGHARAPAN INDONESIA BISA BERUBAH LEBIH BAIK DENGAN ADANYA PESTA DEMOKRASI PEMILU 2014


Tahun 2014 merupakan tahun pengharapan Indonesia bisa berubah lebih baik, oleh sebab itu seluruh komponen bangsa harus berperan aktif untuk merubah menjadi Indonesia lebih baik dan lebih maju dengan menyumbangkan suaranya di Pemilu 19 April 2014 , harus ikut semua mencoblos.

Karena bangsa ini banyak dan kaya raya Sumber Daya Alamnya dari Migas , Emas , Batu bara , besi , perak ,tembaga dll, begitu juga Sumber Daya Manusia.

Harus hati – hati, harus tahu mana yang baik , jangan terpancing oleh iming – iming apapun, pilihlah pemimpin bangsa ini yang berani, jujur, amanah, berani merubah sistem lama yang kurang baik, seperti merubah pengolahan Sumber Daya Alam, merubah sistem pendididikan yang mengutamakan manusia yang berbudi luhur, Profesional, Pandai, Cerdas dan Terampil, serta mengerti peran dan tanggung jawabnya, suatu contoh secara garis besar di Indonesia ada Aparat Pemerintah yang melaksanakan tugas Eksekutif ( yang mensejahterakan rakyat ) , Legeslatif ( mengawasi tugas kinerja Eksekutif ) dan Yudikatif ( menegakan hukum ), serta ada juga peran dan tanggung jawabnya, mempertahankan kedaulatan NKRI yaitu TNI ,POLRI yaitu Keamanan dalam negeri, PNS Kementrian,Non Kementrian untuk mensejahterakan rakyatnya atau menangani bidang kesejahteraan untuk rakyatnya.
Dengan tahu tentang tugas, peran dan tanggung jawab Aparat Pemerintah maka rakyat harus jeli, cerdas, pandai dan gunakan nurani untuk  memilih Presiden serta Caleg nya , sesuai  yang ditulis diatas yang serius untuk menangani KKN, Teroris, Kemiskinan dan Narkoba.
Karena KKN, Teroris, Kemiskinan, dan Narkoba merupakan ancaman terberat dan terhebat dan sangat membahayakan kedaulatan bangsa terutama narkoba, bandar narkoba lebih sadis daripada terorist dan PKI, karena jumlah korbannya lebih banyak dari korban teroris dan korban PKI dari korban penyalahguna = 4.000.000 orang, meninggal dunia sehari = 51 orang berarti setahun = 18.615 orang ( Hasil Penelitian Universitas Indonesia dan BNN tahun 2008 ) , yang masuk penjara data tahun 2010 = 34.009 orang , yang terkena HIV /AIDS = 33.364 Orang se Indonesia , Provinsi Jambi  yang terkena HIV/AIDS= 842  orang ( Maret 2013 ) , yang masuk penjara =    1069   orang. ( november 2013), yang sakit jiwa yang terdaftar di RSJ rata rata setahun 70 s/d 100 orang , yang ditolak Pondok pesantren Al Baroah rata rata seminggu  = 5 orang , berarti sebulan = 5 x 4 = 20 orang sebulan ,bila dijumlah setahun = 20 x 12 = 240 , belum yang di Pontren Kalimosodo , Al Khairat , Al Faqih.
Narkoba merusak otak dan tidak bisa disembuhkan, kalau Teroris dan PKI hanya mencuci otak tapi otaknya tidak rusak, bisa dikembalikan / disembuhkan ,teroris dan PKI jumlah korbannya  sedikit bila dibandingkan  dengan  korban Narkoba.
Narkoba bisa juga digunakan untuk perang modern , karena perang modern bisa menggunakan perang biologi, perang kimia , perang ideologi , perang budaya dan lain lain, untuk itu perlu diantisipasi dengan metode perang modern juga.

Maka pilihlah seseorang yang akan memimpin bangsa ini  yang pintar, pandai, dan cerdas, yaitu pemimpin yang selalu ingat akan kematiannya , karena dengan mengingat kematian maka akan melaksanakan tugas, peran dan tanggung jawab dengan amanah, ikhlas ,berani dan jujur , untuk merubah bangsa ini lebih baik serta dalam mempersiapkan kehidupan nya yang abadi di akhirat nanti.

Jambi, 6 Januari 2014
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn