Selasa, 28 Januari 2014

TAHUN 2014 MERUPAKAN TAHUN PENCANANGAN PENYELAMATAN PENYALAHGUNA NARKOBA , TAPI HARUS DENGAN KESERIUSAN SELURUH KOMPONEN BANGSA BUKAN HANYA DENGAN SLOGAN SAJA TAPI PERLU DENGAN KETULUSAN DAN KEIHKLASAN MEMBERANTAS NARKOBA DEMI KESELAMATAN BANGSA SERTA DEMI KEDAULATAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Narkoba secara umum bila sudah masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi syaraf otak pusat yang akan mengakibatkan depresan, stimulan dan halusinogen, penurunan atau parubahan kesadaran hilangnya rasa dan dapat menghilangkan rasa nyeri dan akan menimbulkan  ketergantungan, merusak otak dan organ tubuh vital lainnya , dibuat     dari tanaman, bahan  sintetis dan semi sintetis serta dibagi tiga jenis Narkotika, Psikotropika, Zat adiktif/ bahan berbahaya lainnya.

Masuk ke Indonesia melalui laut 80% dan melalui udara 20%.

Penyebarannya melalui tempat hiburan ( diskotik , karaoke, organ tunggal ) = 60% dan 40% melalui rumah tinggal, tempat kost, hotel / penginapan, pasar, rumah sakit, LP dll.


Dampak  narkoba terhadap :

1. Diri pengguna, meninggal dunia, sakit jiwa /gila, sakit, masuk penjara, sekolah/kuliah gagal, pekerjaan dipecat , dis ruang , dis waktu, mis panca indra.

2.  Keluarga dan lingkungan rugi moril dan materil.

3. Hancur rusaknya segala sendi kehidupan yaitu Ideologi, Sosial, Politik, Budaya, Ekonomi, Pertahanan, Keamanan, Kesehatan, dan Agama.

4.  Berkembangnya kegiatan dan pelaku teror.


Korban akibat narkoba

-     Penyalahguna se Indonesia = 4.500.000 orang

-     Yang meninggal dunia Rata-rata sehari = 51 orang , berarti setahun  = 18.615 orang

-    Yang masuk penjara ( tahun 2010 ) = 34.009 orang

-    Yang terkena HIV / AIDS = 33.364 orang

-    Provinsi Jambi  penyalahguna = 50.420 orang

Yang  masuk penjara = 1.050 orang ( desember 2013 )

Yang sakit jiwa = 100 s.d 300 orang setahun

Yang terkena HIV/AIDS = 939 orang ( September 2013 )

Banyak sekali saudara - saudara kita sebangsa dan setanah air, setiap hari menangis, bersedih, sengsara, menderita, sakit, sakit jiwa bahkan kelaparan karena harta bendanya terkuras habis untuk membeli narkoba serta kelaparan karena yang mencari nafkah meninggal dunia/masuk penjara, yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan orang, adakah kita sebagai saudara dan sebagai pemimpin bangsa yang merasakan penderitaan, kesengsaraan, dan kesedihan yang dirasakan saudara kita dan rakyat kita.
Provinsi Jambi Tahun 2008 Rangking VI, pada tahun 2012 rangking XII penyalahguna se Indonesia
Pedoman untuk melaksanakan P4GN

1.  UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika PS 104 Peran Serta Masyarakat

2.  INPRES No. 12 Tahun 2011, seluruh aparatur pemerintah wajib melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberdayaan, Pemberantasan dan Rehabilitasi)

3.  Permendagri Nomor 21 Tahun 2013, Gubernur, Bupati/Walikota Wajib memfasilitasi P4GN ( Koordinator Kepala Kesbangpol ).

4.  Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2012 seluruh SKPD wajib melaksanakan P4GN

5.  SEMA 04 th 2010 Tentang Penyalahguna BB dibawah kriteria

6.  Keputusan Menteri Kesehatan Cukup untuk sehari

7.  Dekriminalisasi (Materi Kepala BNN).tentang penyalahguna narkotika dalam konstruksi hukum positif.

Penyalahguna lebih baik di rehabilitasi daripada dijobloskan ke Lembaga Permasyarakatan, Tempat Rehab baru menampung 18.000 orang tapi yang dibutuhkan 4.500.000 orang, perlu Pemerintah dan Pengusaha membantu mengadakan tempat rehabilitasi guna menyelematkan penyalahguna.

      Pasal 111, 112, 113, 114 yo 127 ,penyalahguna, pasal 54 pecandu dan korban penyalahguna wajib direhabilitasi. Pasal 103 hakim dapat menetapkan dan memutuskan  pecandu pengobatan/  perawatan dan diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman

Seluruh komponen bangsa harus serius menangani, memberantas dan memerangi Narkoba, karena korbannya sangat banyak sekali dari data hasil penelitian Universitas Indonesia  dan BNN.

Korban perlu di rehabilitasi dan bandar perlu diberantas, karena bandar narkoba lebih sadis dari pada penjajah Jepang, Belanda, PKI, Terorist dilihat dari jumlah korban serta hancurnya segala sendi kehidupan bangsa dan negara ( ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, kesehatan, agama ).

Perlu diantisipasi Bandar Narkoba ini dengan teori Perang Modern, karena bandar narkoba ( bisa menggunakan dengan teori perang modern perang menggunakan bahan kimia ) bisa juga dugunakan oleh orang, kelompok atau negara lain untuk menghancurkan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta akan menghancurkan kedaulatan NKRI.


Jambi, 28 Januari 2014

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi

Kombes Pol Drs. Mohammad Yamin Sumitra


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn