Rabu, 19 Maret 2014

Kesadaran sosial, jiwa kesatria dan jiwa patriotisme perlu di kobarkan dalam memerangi narkoba demi tegaknya NKRI dan kebaikan bangsa.


Alangkah terpuruknya kesadaran sosial bangsa ini melihat, mendengar dan mengetahui jeritan, tangisan, penderitaan kesengsaraan saudaranya yang menjadi korban penyalahguna narkoba yang sangat banyak ini masih acuh dan masih diam, yang berjumlah 4 juta orang lebih 

-  Yang masuk penjara ( tahun 2010 ) = 34.009 orang
-  Yang terkena HIV / AIDS = 33.364 orang
-   Yang meninggal dunia Rata-rata sehari = 51 orang , berarti setahun  = 18.615 orang
-   Yang sakit jiwa lebih kurang 10.000 orang tiap tahun.

Provinsi Jambi  penyalahguna = 50.420 orang

-     Yang  masuk penjara = 1.050 orang ( desember 2013 )

-     Yang sakit jiwa = 100 s.d 300 orang setahun

-     Yang terkena HIV/AIDS = 1.003 orang ( Februari 2014 ) data KPA

Tidak ada yang merasa terenyuh dan merasakan penderitaaan serta kesengsaraan korban dan keluarga korban, kecuali keluarga terdekatnya yang menjadi korban sekarang boleh masih bisa ketawa-ketawa karena narkoba belum masuk kerumahnya, namun tidak dengan waktu yang lama akan masuk kerumahnya bila acuh tidak menangani dan mencegah  secara serius.
Karena penyebaran narkoba, bagaikan virus yang sangat cepat menjalar pada seluruh tempat/lokasi, setiap waktu.
Penjalaran dan resiko/dampaknya lebih banyak, lebih berat dan lebih berbahaya daripada demam berdarah, flu burung ditijanjau dari jumlah korban meningggal dunia dan hancurnya dari segala sendi kehidupan ( IPOLEKBUDHANKAM, Kesehatan, Agama ).
Untuk menanganinya pelu seluruh komponen bangsa sesuai UU NO 35 TH 2009, INPRES NO 12 TH 2011,KEPMEN Dalam negeri  NO 21 TH 2013, dan Instruksi Gubernur.
Perlu muncul kesadaran sosial, jiwa kesatria, jiwa patriotisme untuk berjuang berasama menyelamatkan bangsa dan negara ini, agar tegaknya sang merah putih.
Saya menghimbau bahwa bandar narkoba itu merupakan musuh yang lebih sadis daripada teroris, Penjajah, PKI dan merupakan musuh/lawan yang memerangi bangsa ini dengan menggunakan perang moderen ( teori perang modern mengggunakan bahan kimia ).
Mari kita selamatkan bangsa/rakyat Indonesia yang kita cintai ini secara bersama melalui Rehabilitasi, tempat rehabilitasi masih sangat minim dari korban penyalahguna lebih 4 juta orang tempat rehab baru ada / baru menampung 18.000 orang.
Perlu peran/domain Dinas kesehatan, Dinas Sosial  dan lain lain yang harus di fasilitasi oleh Kepala Daerah ( Gubernur, Bupati, Walikota ) sesuai PERMENDAGRI NO 21 TH 2013 yang dikoordinir oieh Kesbangpol, perlu dukungan pihak pihak swasta perlu didukung oleh Criminal Justice System, Karena korban penyalahguna lebih baik direhab daripada dipenjara ( Menjadi warga binaan di LP ).
Selamatkan korban penyalahguna ini yang masa dahulunya telah hilang dan masa sekarang telah hilang, jangan sampai masa depan juga akan hilang ( sakit jiwa, sakit, dipecat dari pekerjaan, kuliah dan sekolah gagal/berhenti ).
Perlu pemimpin bangsa yang serius memberatas narkoba, yang gak serius dan gak tahu atau acuh hanya ngomong tidak usah memimpin bangsa ini.

Jambi, 19 Maret 2014
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn