Kamis, 14 Agustus 2014

Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 tahun 2014, perlu merubah pemikiran yang dulu kurang tepat, yang menganggap korban atau penyalahguna adalah pelaku kriminal sekarang menjadi orang yang sakit yang perlu diobati/ diselamatkan dan perlu patriot patriot sejati untuk memberantas bandar narkotika yang sangat kejam, sadis dan biadab secara bersama.


Kejadian di  Israel timbulnya ISIS sangat menonjol , menghebohkan yang sangat kejam,  sadis  dan biadab, masih kurang kejam, sadis dan biadab bila dibanding dengan bandar narkoba, oleh sebab itu seharusnya pemberantasan terhadap Bandar Narkoba harus  lebih serius, karena BANDAR NARKOBA adalah musuh bangsa, musuh dunia dan musuh agama serta musuh perang yang sangat kejam, sadis dan biadab karena menggunakan teori perang moderen yang menggunakan bahan kimia yang banyak mematikan rakyat Indonesia setahun sebanyak 18.615 orang, yang sakit terkena HIV / AIDS 33.364 orang, yang memisahkan keluarganya karena masuk penjara sebanyak 34.009 orang, yang gila rata rata setahun 10.000 orang, yang sakit jiwa dan raganya 4.200.000 orang, harapannya pemerintah dan bangsa  seharusnya sangat khawatir dan prihatin terhadap rakyatnya yang  sangat banyak sekali menjadi korban akibat ulah bandar narkotika  dan penanganannya seharusnya  memandang dari  permasalahan yang sangat urgent dan sangat kontijensi ditinjau dari jumlah korban rakyatnya serta dampaknya, seharusnya personil yang menangani narkotika harus banyak, minimal sejumlah sekolah SD, SMP, SMA, PT yang ada di Indonesia karena perlu pengawasan dan penyuluhan kepada generasi penerus bangsa dan sebagai calon pemimpin bangsa kedepan yang perlu diselamatkan, jangan sampai personil yang menangani permasalahan yang sangat urgent dan  kontijensi sekali ini sedikit sekali, begitu juga sarana, prasarana dan anggarannya, suatu contoh yang sangat memprihatinkan siswa SD kelas 3 sekelas tertangkap sebanyak 15 orang waktu istirahat melakukan penghisapan lem berarti sudah hampir separuh kelasnya yang bila dilakukan secara rutin 3 th akan menjadi sakit jiwa/gila, begitu juga bahaya dan ancaman Bandar Narkoba akan menghancurkan segala sendi kehidupan yaitu IPOLEKSOSBUD HANKAM kesehatan dan juga merupakan musuh agama karena akibat narkoba seseorang akan melanggar aturan agama, akan melakukan kekejaman, kesadisan, kebiadaban, akan lupa diri dan akan melupakan Tuhannya.

Semakin tahun semakin bertambah banyak korban narkoba akibat ulah Bandar Narkoba yang semakin menjamur bila semua komponen bangsa diam dan tidak serius, karena narkoba ini merupakan wabah dan bagaikan penyakit yang menular yang sangat mematikan dan menyengsarakan.

Jadi penanganannya korban atau penyalahguna perlu di rehabilitasi sebanyak banyaknya agar berkurangnya permohonan narkoba dari penyalahguna sebanyak 4.200.000 orang yang sakit fisik dan jiwanya yang perlu diobati, tempat rehabilitasi baru menampung 18.000 orang perlu pemerintah dan swasta membangun tempat rehabilitasi dan bandarnya perlu diberantas dengan serius atau bisa dipersamakan bahkan penanganan operasinya harus lebih dari pada penangan operasi terhadap pelaku teror, pelaku PKI, dan Bandar Narkoba perlu diperangi seperti memerangi penjajah Belanda dan Jepang dilihat dari korban dan dampaknya serta  perlu dihukum seberat-beratnya dan hukuman mati. Serta tidak ada dusta diantara kita baik oknum atau pelaku politik dan perlu peningkatan keimanan dan ketaqwaan untuk menangkalnya serta perlu patriot-patriot sejati.

Jambi, 13 Agustus 2014
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol. Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn