Jumat, 10 Oktober 2014

Ancaman Narkoba Sudah Pada Tahap Kritis dan Kontijensi Serta Meresahkan

Mengapa judul diatas kami tulis,karena korban meninggal dunia, sehari = 51 orang berarti setahun = 18.615 orang, yang sakit menderita dan sengsara jutaan orang (Masuk penjara 34.009 orang,yang terkena HIV/AIDS = 33.364 orang,yang korban penyalahguna = 4.200.000 orang data tahun 2010).

Perlu penanganan khusus dan kontijensi serta penanganan bersama oleh seluruh komponen bangsa secara serius dengan mempedomani Undang - Undang Nomor 35 tahun 2009, peran serta masyarakat, INPRES Nomor 12 tahun 2011 seluruh Aparat Pemerintah wajib melaksanakan P4GN, peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2013,seluruh Kepala Daerah memfasilitasi P4GN, Peraturan Bersama untuk meyelamatkan penyalahguna Narkotika direhabilitasi agar sehat dan tidak lagi menyalahgunakan narkotika sehinggga tidak beli lagi narkotika dengan harapan bandar gulung tikar,dan secara serius seluruh komponen bangsa memberantas dan memerangi narkotika (Khususnya Bandar dan jaringan narkotika).

Secara cepat akan menghancurkan bangsa dan negara serta menghancurkan segala sendi kehidupan,baik Ideologi, Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, Pertahanan, Keamanan, Kesehatan, Agama, berkembangnya kegiatan dan pelaku teroris.
Dan yang paling bahaya Bandar Narkotika ini merupakan musuh perang yang menggunakan teori perang modern yaitu dengan menggunakan bahan kimia, baik pelakunya dari dalam negeri maupun luar negeri,bahkan hampir semuanya bekerjasama karena Indonesia belum bisa buat bahan-bahan narkotika,kecuali ganja.
Penanganannya perlu tempat rehabilitasi yang banyak baik yang disiapkan oleh pemerintah ditiap-tiap daerah, maupun swasta.
Pemberantasan bandar narkoba harus lebih serius dan khusus karena bandar narkotika lebih sadis dan sangat membahayakan bangsa dan negara,keberadaanya sudah masuk ke tiap-tiap desa dan pelosok – pelosok kampung.

Marilah berjuang bersama sama para Patriot bangsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, ORMAS, OKP, LSM dll untuk menyelamatkan bangsa negara dan generasi penerus bangsa dari ancaman Narkoba.

Jambi, 10 Oktober 2014
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi
Kombes Pol. Drs. Mohammad Yamin Sumitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn