Rabu, 04 Februari 2015

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BNNP JAMBI

PULAU PANDAN

Pulau Pandan adalah sebuah kampung yang indah. Pulau Pandan yang aku tahu adalah sebuah kampung dimana, para keluarga hidup berdampingan dengan para keluarga yang lain.
hidup berdampingan, saling tolong menolong, saling berbagi.
hanya saja kenapa orang - orang diluar sana selalu memandang hina orang - orang yang berada didalamnya.
apakah hanya karena perbuatan sekelompok orang, lalu orang lain yang memakan getahnya......??? .....
dan kenapa harus semua orang yang berada di Pulau pandan ikut merasakan pahit getahnya?

 TOLONG JANGAN SALAHKAN
KAMPUNG PULAU PANDAN
!!!

Parah.....Kenapa saya bilang parah, karena saya heran, mengapa setiap pengusaha yg menyediakan  lapangan kerja diluar sana selalu menolak kami yang warga pulau pandan , apakah mereka menganggap kalau semua orang di pulau pandan terlibat narkoba ....?
mengapa semua orang diluar sana selalu memandang kami dengan sebelah mata.....???

TOLONG JANGAN PANDANG
KAMI DENGAN SEBELAH MATA !!! 


Cuplikan diatas adalah salinan tulisan dari salah seorang pemuda yang menjadi peserta FGD dalam rangka mengikuti kegiatan pemberdayaan alternatif ( alternatif devlopment ) Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jambi di kawasan rawan peredaran gelap narkotika      ( Pulau Pandan ) .

Ada apa sih dengan Pulau Pandan.......?
Pulau pandan adalah salah satu kawasan lingkungan yang terletak di Kelurahan Legok Kecamatan Telanai Pura Kota Jambi ,  berada ditengah-tengah jantung kota jambi atau dapat dikatakan bahwa Pulau pandan berada ditengah-tengah  pusat keramaian kota jambi yang justru diisolir oleh masyarakat diluar Pulau Pandan .

Penduduk Pulau Pandan terdiri dari 450 ( empat ratus lima puluh ) kepala keluarga ( KK ) , mereka berasal dari perantau sumatera selatan yang sudah berdomisili sejak lama dan bahkan sudah tinggal sampai dengan generasi ketiga , sebagian besar mereka berasal dari daerah Kabupaten  Musi Banyuasin ( Muba ) , Ogan Komering Ilir , Ogan Ilir yang memang merupakan wilayah rawan kriminalitas di Provinsi Sumsel ( penulis pernah bertugas selaku anggota Reskrim di Polres Muba dan Polres OKI ) .
Masyarakat Pulau pandan berprofesi sebagai nelayan , pedagang tradisional , buruh dan tukang bangunan yang kebanyakan berada dibawah garis kemiskinan , lalu kemudian sebagian kelompok dari masyarakat tersebut telah berubah menjadi pelaku-pelaku yang terjebak pada bisnis narkoba dan sungguh samasekali tidak ada korelasinya dengan profesi awal mereka .

Yang jadi pertanyaan ,
apakah kita akan membiarkan perkembangan negatif tersebut akan terus berlanjut ...? 
apakah kita semua akan melewatkan beberapa generasi yang terjebak dalam dunia yang sesungguhnya tidak mereka kehendaki .....?
apakah kita akan terus membiarkan ribuan korban narkoba yang telah membuat begitu banyak keluarga menderita karenanya ?

Kegiatan fgd Pemberdayaan Alternatif  pada tanggal 29 Januari 2015 adalah langkah awal untuk menembus keter-isolasian masyarakat Pulau pandan dari dunia luar yang membentuk opini negatif terhadap penduduk yang berasal dari Pulau Pandan , mengapa demikian ...?

Pada acara pertemuan , koordinasi dengan para ketua RT dan pada acara fgd, mereka telah menyampaikan aspirasi yang dapat kami serap antara lain sbb :

- banyak sekali  pemuda-pemudi yang putus sekolah
- sebagian besar pencari kerja yang berasal dari Pulau Pandan kesulitan memperoleh pekerjaan    walau hanya untuk menjadi buruh atau karyawan toko , mall dsb hanya karena cap negatif rawan narkoba .
-belum  ada penyuluh agama baik dari kemenag kota maupu  Provinsi  yang mau masuk ke Pulau Pandan dan bahkan sampai-sampai untuk mewariskan keterampilan memandikan jenazah pun sudah sangat sulit dan langka .
-belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menanggulangi anak-anak putus sekolah hingga sangat rentan dapat dimanfaatkan oleh para bandar narkoba guna dijadikan kurir dsb .
-belum ada pelatihan khusus yang mendidik tenaga terampil untuk meningkatkan skill para pemuda hingga menambah image negatif bahwa penduduk pulau pandan memang tidak berkualitas .
-pengaruh dari para pelaku narkoba yang mengalami perubahan status ekonomi 

Langkah pemberdayaan alternatif adalah salah satu bentuk terobosan dengan melibatkan instansi terkait , baik dari Dinas Sosnakertran  ( UPTD ) , Biro Kesramas Pemprov Jambi dan Kemenag Prov Jambi serta selanjutnya akan melibatkan Pemkot Jambi dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Pulau Pandan yang bertujuan agar komponen pemerintah tsb  turut peduli ( care ) dengan kondisi yang sedang berlangsung di Pulau Pandan .

Indonesia benar-benar sedang dalam kondisi darurat narkoba ..... tidak ada kata lain ...selain SAVE INDONESIA  dari narkoba   ....! 
harus ada komitmen yang tegas dari semua pemimpin bangsa baik regional maupun nasional untuk tidak main-main ( apalagi main mata ) dengan para pelaku narkoba .....!

By : Marlian Ansori ( Kabid dayamas BNNP Jbi ) .                                              






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn